
UPdates—Massa aksi dari elemen mahasiswa dicegah aparat ke kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.
You may also like :
UI Skorsing 15 Mahasiswa di Kasus Chat Mesum, 1 Bebas
Mahasiswa yang bergerak dari arah Jalan Jenderal Sudirman tertahan oleh barikade aparat kepolisian dan TNI sekitar satu kilometer sebelum Bundaran HI. Hingga menjelang petang, sebagian besar mahasiswa belum bisa tembus ke kawasan Bundaran HI.
You might be interested :
Ada 4 Pelanggaran Disertasi, Menteri Bahlil harus Minta Maaf ke UI
Aparat menutup akses menuju titik aksi dengan pengamanan berlapis.
Massa dibantu sejumlah pengemudi ojol sempat terlibat aksi dorong-dorongan dengan personel Brimob yang berjaga di garis depan barikade.
Situasi sempat memanas ketika kedua pihak terlibat adu argumen di depan barikade. Namun, petugas tetap mempertahankan posisi pengamanan.
Meski sempat beberapa kali mencoba menerobos, massa tidak berhasil menembus blokade aparat.
Rombongan dua bus mahasiswa UI sempat bertanya mengapa polisi mencegat mereka saat melintas di depan Gedung DPR.
Mereka mengatakan titik kumpul mereka bukan di area itu dan mempertanyakan alasan aparat keamanan menahan mereka.
Kabag Perencanaan Polres Jakarta Pusat AKBP Adri Desas Furyanto, menegaskan semua titik demo dipindahkan ke Gedung DPR karena mahasiswa tidak bisa berunjuk rasa di Bundaran HI.
"Semua massa kalian yang akan menyampaikan pendapat akan dialokasikan di DPR ini untuk melaksanakan upaya penyampaian pendapat. Bundaran HI dilarang, itu jalan penghubung masyarakat," kata Adri sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Kompas.com.
"Jadi kami tidak mengizinkan untuk melaksanakan demo di sana. Sebetulnya komunikasi kalian sama anggota sudah mulai awal, cuma kalian yang keras kepala," lanjutnya.
Ditegaskan Adri, jika mahasiswa masih ingin memaksa bus melintas ke Bundaran HI, dirinya mempersilakan mereka menabrak para polisi yang berbaris di depan bus.
"Kalau memaksakan kehendak, silakan tabrak kami. Kalau kalian ke titik sini (demo di DPR), tidak akan dihalangi," tegas Adri.
Mahasiswa tetap ngotot meminta diberikan akses jalan supaya bisa melanjutkan perjalanan ke Bundaran HI dan menekankan tuntutan yang mereka ingin sampaikan bukan hanya ke DPR.
"Masalahnya aspirasi dan tuntutan kami enggak ke DPR saja," kata mahasiswa UI.
Akan tetapi, polisi tetap bersikukuh bahwa Bundaran HI tidak boleh dijadikan lokasi demo dan mengingatkan bahwa mereka memiliki kewenangan untuk pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).
Meski terus dihalangi dan bus mereka dihentikan, ribuan mahasiswa UI tetap melanjutkan aksi mereka menuju Bundaran HI.
Setelah tertahan di sekitar kawasan DPR, para mahasiswa memutuskan turun dari bus dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melalui area Gelora Bung Karno (GBK) menuju Bundaran HI.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Yatalathof Ma'shum Imawan, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario agar massa aksi yang sudah berkumpul tetap dapat mencapai titik tujuan di Bundaran HI.
Ia menegaskan, aksi tersebut melibatkan lebih dari seribu mahasiswa. Namun hingga siang hari, sebagian besar peserta masih tertahan di sekitar kawasan DPR RI akibat pembatasan akses menuju lokasi aksi.
Yatalathof menegaskan bahwa fokus aksi mahasiswa saat ini adalah mengonsolidasikan massa di Bundaran HI sebagai lokasi penyampaian aspirasi. Ia membantah anggapan bahwa mahasiswa berencana bergerak ke Istana Negara.
Ia juga menepis tudingan bahwa aksi mahasiswa mengganggu aktivitas masyarakat maupun perekonomian. Menurutnya, demonstrasi yang dilakukan merupakan bentuk penyampaian pendapat secara damai dan konstitusional.
“Aksi ini bertujuan menyuarakan aspirasi. Kami tidak melakukan tindakan anarkis maupun membawa senjata. Yang kami perjuangkan adalah hak untuk menyampaikan pendapat,” katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Radar Bogor.