
UPdates—Seorang pria di Nigeria utara dijatuhi hukuman dua minggu penjara setelah tetangga mengeluh karena ia menyimpan karung-karung kotoran manusia di luar rumahnya, yang menurut mereka baunya sudah tidak tertahankan.
You may also like :
Warga Korut Wajib Setor Tinja 498 Kg, Picu Pencurian di WC Umum dan Perkelahian Tetangga
Mohammed Saidu dibawa ke pengadilan di kota Kano setelah warga melaporkan bau busuk tahi tersebut kepada petugas lingkungan.
You might be interested :
150 Lebih Warga Tewas Disapu Banjir Bandang di Nigeria
Hakim Halima Wali memerintahkan agar ia ditahan selama 14 hari dan didenda 100.000 naira (Rp1,3 juta). Ia menggambarkan tindakannya sebagai sangat tidak bijaksana dan ancaman bagi kesehatan tetangganya.
Saidu, yang pekerjaannya adalah mengosongkan tangki septik, diyakini telah menjual kotoran manusia tersebut kepada petani untuk digunakan sebagai pupuk - praktik umum di wilayah tersebut, tetapi jarang diakui secara publik.
"Saya pikir dia memiliki hampir 50 kantong kotoran saat pertama kali pengaduan itu sampai kepada saya," kata kepala desa setempat, Musa Abdullahi sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari BBC, Kamis, 18 Juni 2026.
Tetangga mengatakan bau busuk dari tahi-tahi itu itu sangat menyengat sehingga tidak mungkin untuk bersantai di rumah.
Salah satu yang mengeluh, Samaila Inuwa, mengatakan kepada BBC bahwa mereka awalnya mencoba menyelesaikan masalah tersebut secara pribadi.
"Kami berbicara dengannya tentang hal itu tetapi dia tidak berhenti," ujar Inuwa.
Di pengadilan, Saidu mengaku bersalah atas tuduhan membahayakan kesehatan masyarakat.
Sebelum menyampaikan putusannya, Hakim Wali mengunjungi properti tersebut untuk melihat sendiri kantong-kantong tinja tersebut.
Ia memerintahkan Saidu untuk membersihkan semua sampah dari tempat tersebut dan berjanji untuk tidak mengulangi pelanggaran tersebut.
Inuwa mengatakan kehidupan warga telah membaik sejak kasus ini dibawa ke pengadilan.
"Akhirnya, lingkungan kami kembali nyaman tanpa bau busuk," katanya.
Kepala desa setempat, Musa Abdullahi, mengatakan dia telah berbicara dengan Saidu setelah masalah itu pertama kali dilaporkan kepadanya.
Musa Abdullahi mengatakan dirinya turun tangan ketika Saidu mulai menyimpan sampah tersebut.
"Ketika ia pertama kali memulainya, saya berbicara dengannya tentang hal itu dan ia mengemasnya (memindahkannya) dan berhenti," katanya.
"Saya tidak tahu kapan ia melanjutkannya," lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa para tetangga memilih untuk mengabaikannya kali ini dan langsung menghubungi pihak berwenang.
Musa Abdullahi sendiri mengatakan rumahnya cukup jauh sehingga ia tidak terpengaruh oleh bau tersebut. Meski begitu, ia memahami frustrasi warga.
"Misi saya adalah agar semua orang di daerah ini hidup damai," katanya.
"Ketika ia dibebaskan, kami akan berbicara dengannya dan para tetangga lagi," tandasnya.