
UPdates—Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan telah mendeteksi dua rudal balistik yang diluncurkan dari Iran.
You may also like :
Iran Tembakkan Rudal Misterius ke Israel
Ini merupakan insiden pertama semacam itu yang dilaporkan sejak serangan terhadap pelabuhan Fujairah pada 4 Mei.
You might be interested :
Gedung Pencakar Langit Dubai Terbakar, Penghuni tak Tahu Sampai Pemadam Datang
Dalam pernyataan lanjutannya, kementerian pertahanan menyebutkan bahwa berdasarkan penilaian mereka, rudal-rudal tersebut menargetkan lalu lintas maritim.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Reuters, Rabu, 19 Agustus 2026, menurut pernyataan tersebut, kedua rudal itu jatuh ke laut.
Peluncuran rudal ini terjadi saat tenggat waktu 60 hari untuk perundingan damai AS-Iran berakhir pada hari Senin tanpa adanya terobosan, sehingga memicu kekhawatiran akan eskalasi baru dalam konflik yang telah mengganggu pelayaran di Selat Hormuz sejak Februari.
"Kementerian pertahanan menegaskan kesiapan penuhnya untuk menghadapi segala ancaman dan menindak tegas apa pun yang bertujuan mengganggu stabilitas keamanan negara," demikian bunyi pernyataan UEA tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menepis pernyataan UEA tersebut pada Rabu dini hari dan menyebutnya tidak berdasar.
Esmail Baghaei menegaskan bahwa Teheran tidak menembakkan dua rudal balistik ke arah negara tersebut.
"Tindakan ini bertentangan dengan prinsip hidup bertetangga yang baik dan merusak upaya yang sedang berlangsung untuk memperkuat kepercayaan antarnegara kawasan serta mencegah eskalasi," tegasnya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Ynet.
Sebelumnya pada hari Selasa, Kementerian Dalam Negeri UEA mengirimkan peringatan melalui telepon kepada warga yang menyatakan bahwa situasi aman dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa, menyusul peringatan awal mengenai ancaman rudal.
UEA baru-baru ini menuduh Iran menyerang kapal-kapal milik Negara, ADNOC saat melintasi Selat Hormuz.
Iran tidak mengakui bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal-kapal ADNOC tersebut.
Garda Revolusi Iran sebelumnya telah mengancam akan mengambil tindakan terhadap kapal-kapal yang melintasi selat itu jika kapal-kapal tersebut terkait dengan musuh-musuh Teheran atau gagal mematuhi arahan Iran.