Ilustrasi rudal balistik Iran. (foto:EPA-EFE/Iran Defence Ministry Handout)

Teheran Bantah Serang UEA, Sebut Militer AS Harus Dimintai Pertanggungjawaban

5 May 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Pemerintah Iran membantah melakukan serangan ke fasilitas energi dan lainnya di Uni Emirat Arab (UEA), setelah UEA mengaku diserang pesawat tak berawak Iran.
  • Iran menyatakan bahwa mereka tidak memiliki program untuk menyerang fasilitas minyak di UEA dan menyalahkan tindakan militer AS sebagai penyebab insiden tersebut.
  • Militer Iran menegaskan bahwa mereka tidak pernah meluncurkan serangan dan menuntut agar militer AS dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka.
  • Presiden AS Donald Trump meluncurkan operasi militer 'Project Freedom' untuk memandu kapal-kapal dagang melewati Selat Hormuz, yang menyulut ketegangan di kawasan tersebut.
  • Parlemen Iran menyebut pengawalan kapal-kapak oleh AS sebagai pelanggaran gencatan senjata dan mengecam tindakan tersebut.
  • UEA melaporkan 15 serangan udara yang diduga diluncurkan dari Iran, namun Iran membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam serangan tersebut.
  • Insiden ini meningkatkan ketegangan di Timur Tengah, terutama di Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting untuk pengiriman minyak.
atau

UPdates – Pemerintah Iran membantah telah melakukan serangan ke sejumlah fasilitas energi dan fasilitas lain di Uni Emirat Arab (UEA).

You may also like : capturePresiden Iran Pastikan Negerinya Tidak akan Tunduk pada Tekanan AS

Bantahan Teheran ini setelah pemerintah UEA mengaku diserang pesawat tak berawak Iran di instalasi energi Fujairah. Abu Dhabi mengecam serangan tersebut yang dinilai sebagai "eskalasi berbahaya" di tengah gencatan senjata.

You might be interested : a 6787f4e805774Hamas tidak Akan Melucuti Senjata Hingga Negara Palestina Terbentuk

Hingga Senin malam, Kementerian Pertahanan UEA mencatat ada 15 serangan udara yang menurut mereka diluncurkan dari Iran.

Sementara itu, stasiun televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran tak pernah meluncurkan apalagi berniat untuk menyerang negara tetangga.

"Republik Islam Iran tidak memiliki program terencana untuk menyerang fasilitas minyak dimaksud. Apa yang terjadi adalah akibat dari tindakan militer AS untuk menciptakan jalur bagi kapal-kapal agar bisa melewati jalur terlarang di Selat Hormuz secara ilegal. Militer AS harus dimintai pertanggungjawaban atas itu," kata seorang pejabat militer Iran yang disadur dari AFP, Senin, 4 Mei 2026 waktu setempat.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi meluncurkan operasi militer bernama “Project Freedom”, pada Minggu malam, 3 Mei 2026 waktu setempat.

Langkah strategis yang menurut Trump bertujuan memandu kapal-kapal dagang negara netral yang terjebak akibat konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah itu pun kembali menyulut ketegangan di Selat Hormuz. Parlemen Iran menyebut pengawalan kapal-kapal oleh AS sama saja dengan pelanggaran gencatan senjata.

 

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

russell

Bertrand Russell

"Perang tidak menentukan siapa yang benar, hanya siapa yang tersisa"
Load More >