
UPdates – Pemerintah Iran membantah telah melakukan serangan ke sejumlah fasilitas energi dan fasilitas lain di Uni Emirat Arab (UEA).
You may also like :
"Apakah Trump Sudah Memulai Perang Dunia ke-3?": Warga AS Khawatir Pembalasan Iran, Ini Prediksi Ahli
Bantahan Teheran ini setelah pemerintah UEA mengaku diserang pesawat tak berawak Iran di instalasi energi Fujairah. Abu Dhabi mengecam serangan tersebut yang dinilai sebagai "eskalasi berbahaya" di tengah gencatan senjata.
You might be interested :
2 Hari Rudal Iran Bikin 14.583 Kerusakan di Israel, Trump: Semua Orang harus Segera Mengungsi dari Teheran
Hingga Senin malam, Kementerian Pertahanan UEA mencatat ada 15 serangan udara yang menurut mereka diluncurkan dari Iran.
Sementara itu, stasiun televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran tak pernah meluncurkan apalagi berniat untuk menyerang negara tetangga.
"Republik Islam Iran tidak memiliki program terencana untuk menyerang fasilitas minyak dimaksud. Apa yang terjadi adalah akibat dari tindakan militer AS untuk menciptakan jalur bagi kapal-kapal agar bisa melewati jalur terlarang di Selat Hormuz secara ilegal. Militer AS harus dimintai pertanggungjawaban atas itu," kata seorang pejabat militer Iran yang disadur dari AFP, Senin, 4 Mei 2026 waktu setempat.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi meluncurkan operasi militer bernama “Project Freedom”, pada Minggu malam, 3 Mei 2026 waktu setempat.
Langkah strategis yang menurut Trump bertujuan memandu kapal-kapal dagang negara netral yang terjebak akibat konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah itu pun kembali menyulut ketegangan di Selat Hormuz. Parlemen Iran menyebut pengawalan kapal-kapal oleh AS sama saja dengan pelanggaran gencatan senjata.