Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. (foto:Dok.Vladimir Smirnov/AFP via Getty Images)

Kim Jong Un Murka, Sebut Perang Nuklir di Depan Mata

23 June 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Kim Jong Un menyatakan bahwa ancaman perang nuklir sudah di depan mata dan menjadi alasan untuk meningkatkan kekuatan militer Korea Utara.
  • Upaya modernisasi militer Amerika Serikat dan Korea Selatan, termasuk pembuatan kapal selam nuklir, membuat Kim Jong Un murka dan merasa bahwa ancaman perang nuklir semakin dekat.
  • Menurut Kim Jong Un, langkah-langkah tersebut mendorong situasi di Semenanjung Korea ke ambang perang nuklir.
  • Korea Utara memiliki sikap teguh untuk memperluas dan memperkuat pencegahan yang ampuh untuk membela diri.
  • Pidato Kim Jong Un disampaikan saat memimpin pertemuan tiga hari Partai Buruh Korea yang berakhir pada Senin, 22 Juni 2026.
  • Kim Jong Un menegaskan kembali pendirian kebijakan Partai dan negara untuk meningkatkan kemampuan pertahanan nasional dengan lebih cepat.
  • Kebijakan tersebut merupakan respon Korea Utara terhadap kerja sama militer AS dan Korsel yang semakin meningkat.
atau

UPdates - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un menyebut ancaman perang nuklir sudah di depan mata. Hal tersebut yang menjadi alasan hingga ia kini menggenjot kekuatan militer negaranya.

You may also like : kim jong un reutersKim Jong Un Perintahkan Produksi Massal Pesawat Nirawak Bunuh Diri

Upaya modernisasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Korea Selatan, menurut Kim Jong Un semakin mendekatkan ancaman perang nuklir bagi dunia.

You might be interested : prabowo kapolri panglima tni presiden ri webPrabowo Bertolak ke Jepang, Temui Kaisar Naruhito lalu ke Korsel

Kerja sama militer AS dan Korsel dalam pembuatan kapal selam nuklir semakin membuat Kim Jong Un murka.

"AS dan Korea Selatan terus mendorong kepemilikan kapal selam nuklir Korea Selatan sambil semakin terang-terangan dalam upaya penguatan dan modernisasi angkatan bersenjata di kawasan tersebut," ujar Kim, dilansir dari CNNIndonesia.

Menurut laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Kim mengatakan langkah-langkah tersebut "mendorong situasi di Semenanjung Korea ke ambang perang nuklir".

Menghadapi perkembangan tersebut, Korea Utara memiliki "sikap teguh" untuk "lebih memperluas dan memperkuat pencegahan yang ampuh dan benar-benar dapat diandalkan untuk membela diri," kata Kim.

“Kamerad Kim Jong Un dalam pidato penutupnya menegaskan kembali pendirian kebijakan teguh Partai dan negara kita untuk meningkatkan kemampuan pertahanan nasional dengan lebih cepat," sebut KCNA.

Pidato tersebut disampaikan saat Kim memimpin pertemuan tiga hari Partai Buruh Korea yang berakhir pada Senin, 22 Juni 2026.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Sam Levenson

"Jangan melihat jam; lakukan apa yang dilakukannya. Teruslah melangkah!"
Load More >