
UPdates—Brasil mengajukan pengaduan resmi kepada FIFA terkait Lionel Messi setelah kemenangan mereka melawan Skotlandia di Piala Dunia 2026.
You may also like :
Skenario Barcelona Juara Liga Spanyol Tengah Pekan Ini dan Petaka yang Bisa Mengancam
Setelah hasil imbang melawan Maroko dan kemenangan meyakinkan atas Haiti, Selecao memasuki pertandingan melawan Skotlandia dengan harapan meraih kemenangan besar lainnya agar dapat mengamankan posisi puncak di Grup C.
You might be interested :
Neymar is Back! Resmi Masuk Skuad Timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026
Brasil mendapatkan hasil yang mereka butuhkan dengan kemenangan 3-0 atas Skotlandia di Stadion Miami.
Vinicius Jr mencetak dua gol. Satu gol lainnya disumbangkan Matheus Cunha yang memastikan mereka lolos ke babak 32 besar sebagai juara grup.
Namun, terlepas dari kemenangan tersebut, Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti tidak senang dengan kinerja wasit selama pertandingan. Kekecewaannya terkait gol Vinicius Jr di babak pertama yang dianulir.
Bintang Real Madrid itu mengira telah menggandakan keunggulan timnya di pertengahan babak pertama ketika ia merebut bola dari Jack Hendry dan mencetak gol.
Namun, setelah berkonsultasi dengan VAR, para wasit memutuskan bahwa Vinicius telah melakukan pelanggaran terhadap Hendry dan memutuskan untuk membatalkan gol tersebut.
Vinicius, tentu saja, tidak senang. Bagaimanapun, gol yang dibatalkan itu menggagalkan hat-trick-nya dan bisa menjadi penentu dalam perebutan Sepatu Emas.
Tetapi dia tidak semarah Carlo Ancelotti. Setelah Vinicius mencetak gol kedua untuk Brasil di awal babak kedua, Ancelotti menoleh ke wasit keempat dan dilaporkan berteriak: "Batalkan gol ini, dasar bajingan."
Brasil kini telah mengajukan keluhan kepada FIFA menyusul gol yang dibatalkan tersebut, menurut surat kabar Brasil Estadao.
"Salah satu aspek yang sangat menarik perhatian kami selama turnamen ini adalah pendekatan yang diadopsi oleh Video Assistant Referee (VAR). Sepanjang kompetisi, tampaknya ada penekanan yang jelas pada penghormatan terhadap interpretasi wasit di lapangan dan membatasi intervensi pada situasi yang melibatkan kesalahan yang jelas dan nyata. Kami percaya filosofi ini bermanfaat bagi sepak bola, menjaga otoritas wasit, dan berkontribusi positif pada kelancaran permainan,” demikian pernyataan Brasil sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari GMS, Jumat, 26 Juni 2026.
"Gol Brasil yang dianulir melawan Skotlandia pada menit ke-21 tampaknya tidak sejalan dengan filosofi yang diadopsi sepanjang kompetisi. Perlu dicatat bahwa keputusan tersebut tampak tidak terduga bukan hanya bagi tim Brasil, tetapi juga bagi para pemain Skotlandia, yang reaksi langsungnya menunjukkan bahwa mereka tidak mengharapkan peninjauan atau pembatalan gol tersebut,” lanjut Brasil.
Mereka menegaskan bahwa kepentingan utama Brasil bukanlah untuk meninjau kembali keputusan individual. “Tetapi untuk memastikan bahwa kriteria yang mengatur intervensi VAR diterapkan secara konsisten, transparan, dan adil kepada semua tim di seluruh turnamen," tegas Brasil.
Menurut TyC Sports, seperti yang dilaporkan Mirror, Brasil menggunakan gol yang dicetak Messi untuk Argentina sebagai bagian dari argumen mereka.
Xavier Schlager terjatuh setelah mendapat tekel dari Alexis Mac Allister dalam proses terciptanya gol pembuka Messi melawan Austria.
Meskipun Austria memprotes, gol tersebut secara kontroversial tetap sah. Banyak pihak, termasuk legenda Denmark dan Manchester United, Peter Schmeichel, mengklaim setelah pertandingan bahwa gol tersebut seharusnya dibatalkan.
Brasil percaya intervensi Mac Allister mirip dengan insiden Vinicius. Mereka berpendapat bahwa jika gol Messi tetap sah, maka gol Vinicius juga seharusnya demikian.
CBF dilaporkan berpendapat bahwa VAR telah digunakan secara tidak konsisten selama turnamen.
CBF juga mengeluhkan penunjukan Cesar Arturo Ramos sebagai wasit. Pada Piala Dunia 2018, Brasil mengajukan keluhan terhadap Ramos setelah hasil imbang 1-1 melawan Swiss.
Mereka percaya bahwa Ramos seharusnya tidak ditunjuk untuk memimpin pertandingan mereka melawan Skotlandia.
Brasil akan menghadapi Jepang dalam pertandingan babak 32 besar di Stadion Houston pada hari Selasa, 30 Juni nanti.