Ilustrasi penangkapan pelaku penikaman (Foto: Freepik)

Ngeri, Wanita di Jepang Jahit Mulut Teman Sekamarnya

9 July 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Seorang wanita Jepang bernama Masae Sakurai ditangkap karena diduga menjahit bibir teman sekamarnya, menyebabkan luka yang parah. Korban berusia 42 tahun dan tidak bisa makan atau berbicara akibat serangan tersebut.
  • Kejadian penyerangan terjadi di kota Koga, prefektur Ibaraki, sekitar pukul 13.30 waktu setempat pada tanggal 29 Juni, dan korban melaporkan insiden tersebut ke polisi setelah melarikan diri ke toko terdekat.
  • Korban menjelaskan bahwa rasa takut pada Sakurai membuatnya tidak bisa segera melarikan diri, dan baru bisa melaporkan kejadian tersebut setelah Sakurai pergi. Ia menggunakan catatan untuk meminta bantuan karena tidak bisa berbicara.
  • Sakurai dan korban telah tinggal bersama di rumah Sakurai sejak sekitar April 2025, dan ada orang lain yang juga tinggal di properti tersebut. Polisi sedang menyelidiki motif dan keadaan di balik penyerangan tersebut.
  • Polisi juga menginterogasi orang-orang yang tinggal di rumah tersebut sebagai bagian dari penyelidikan, mempertimbangkan kemungkinan bahwa beberapa dari mereka hadir selama kejadian penyerangan.
  • Sakurai diketahui memiliki riwayat mengizinkan orang-orang yang telah meninggalkan rumah mereka untuk tinggal bersamanya, dan telah membantu beberapa orang mencari pekerjaan. Hal ini menunjukkan bahwa beberapa orang mungkin telah tinggal di rumah tersebut pada waktu yang berbeda.
  • Penyelidikan masih berlangsung, dan polisi belum mengungkapkan apakah Sakurai telah mengakui tuduhan tersebut. Kasus ini menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan dan keselamatan individu, terutama mereka yang tinggal bersama orang lain.
atau

UPdates—Seorang wanita di Jepang ditangkap karena diduga menjahit bibir wanita lain yang tinggal bersamanya, menyebabkan luka yang membuatnya tidak bisa makan atau berbicara.

You may also like : evita pdip dprOrmas Bikin Cemas DPR

Masae Sakurai, 49 tahun, seorang pekerja paruh waktu, ditangkap pada hari Senin di Koga, sebuah kota di prefektur Ibaraki di timur laut Tokyo, atas dugaan penyerangan terhadap teman sekamarnya yang berusia 42 tahun.

You might be interested : judha nugraha kemlu infopublikIzin Tinggal Habis, 3 WNI Nekat Merampok di Jepang

Polisi mengatakan Sakurai menggunakan jarum dan benang untuk menjahit bibir wanita itu sekitar pukul 13.30 waktu setempat pada tanggal 29 Juni.

Mereka tidak mengungkapkan apakah Sakurai telah mengakui tuduhan tersebut, tetapi mengumumkan bahwa mereka sedang menyelidiki motif dan keadaan di balik penyerangan tersebut.

Mereka juga sedang menyelidiki hubungan antara kedua wanita tersebut.

Menurut laporan Japan Today, korban melarikan diri dari rumah sekitar pukul 13.30 keesokan harinya saat Sakurai sedang pergi.

Mengenakan masker wajah putih, ia berlari ke toko terdekat dan menyerahkan catatan kepada seorang karyawan yang bertuliskan “Tolong bantu saya”, karena ia tidak dapat berbicara akibat luka-lukanya. Karyawan tersebut kemudian memberi tahu polisi.

Wanita itu kemudian mengatakan kepada polisi bahwa rasa takut kepada Sakurai telah mencegahnya untuk melarikan diri lebih cepat.

“Saya takut pada Sakurai, jadi saya tidak bisa langsung melarikan diri,” katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari AOL, Kamis, 9 Juli 2026.

Kyodo News menyebut bahwa kedua wanita itu telah tinggal bersama di rumah Sakurai sejak sekitar April 2025.

Polisi mengatakan bahwa orang lain juga tinggal di properti tersebut dan mereka sedang menginterogasi mereka sebagai bagian dari penyelidikan.

Petugas mempertimbangkan kemungkinan bahwa beberapa dari mereka hadir selama kejadian tersebut.

Kenalan Sakurai mengatakan kepada stasiun televisi lokal TV Asahi bahwa ia memiliki riwayat mengizinkan orang-orang yang telah meninggalkan rumah mereka untuk tinggal bersamanya.

Sakurai menurutnya telah membantu beberapa orang mencari pekerjaan, menunjukkan bahwa beberapa orang mungkin telah tinggal di rumah tersebut pada waktu yang berbeda, menurut laporan The Straits Times.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Sam Levenson

"Jangan melihat jam; lakukan apa yang dilakukannya. Teruslah melangkah!"
Load More >