
Updates - Laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina akan digelar pada Senin, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB di New York New Jersey Stadium, East Rutherford, Amerika Serikat.
You may also like :
Barcelona Juara, Ini Daftar Juara La Liga 10 Musim Terakhir dan Kolektor Gelar Terbanyak
Tak hanya menjadi duel dua juara yakni Spanyol yang berstatus sebagai kampiun Eropa 2024 dan Argentina sebagai juara bertahan Piala Dunia, partai final ini juga akan menjadi saksi pertemuan dua bintang yakni Lionel Messi dan Lamine Yamal.
You might be interested :
Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp5,3 Miliar, Termurah Rp143 juta
Jelang pertarungan dua raksasa sepak bola tersebut, sebuah foto kini tengah viral di media sosial. Foto tersebut memperlihatkan Messi yang saat itu berusia 19 tahun sedang memandikan Yamal yang baru berusia tiga bulan. Momen tersebut bahkan menyerupai sebuah pembaptisan atau pemberkatan.
"Itu bukan kebetulan, melainkan sebuah keajaiban," ujar Joan Monfort, fotografer yang mengabadikan momen tersebut, sebagaimana disadur Keidenesia.TV dari laman resmi FIFA, Sabtu, 18 Juli 2026.
Cerita tentang foto tersebut bermula pada tahun 2006, ketika surat kabar Catalan, SPORT, bersama yayasan Barcelona bekerja sama menerbitkan kalender yang menampilkan para pemain Barca berpose bersama anak-anak sebagai bagian dari kegiatan amal tahunan untuk menggalang dana bagi Unicef.
Keluarga Yamal mengikuti sebuah program komunitas Unicef di kawasan Rocafonda, Mataro, dan memenangkan undian yang diselenggarakan organisasi nonpemerintah tersebut sehingga bayi mereka berkesempatan berfoto bersama salah satu pemain Barcelona untuk edisi kalender 2008.

(foto:FIFA)
Pemain yang terpilih bisa saja Eric Abidal, Xavi Hernandez, Ronaldinho, Thierry Henry, Andres Iniesta, Carles Puyol, Victor Valdes, atau pemain lainnya. Namun, takdir memilih Messi.
Yamal lahir pada Jumat, 13 Juli 2007. Tiga setengah bulan kemudian, tepatnya pada Rabu, 31 Oktober, ibunya, Sheila, menggendongnya memasuki ruang ganti tim tamu di Camp Nou untuk sesi pemotretan yang telah dinantikan dan berlangsung sekitar setengah jam.
"Messi kaku sekali seperti sapu. Mungkin karena dia belum pernah menggendong bayi seumur hidupnya," kenang Oriol Canals, yang saat itu bekerja di departemen pemasaran surat kabar SPORT.
"Messi baru berusia 19 tahun dan saat itu jauh lebih pemalu serta tertutup," tambah Joan Monfort, sembari mengenang ekspresi panik pemain Argentina tersebut ketika pertama kali melihat pengaturan sesi pemotretan itu.
Jika sesi pemotretan itu tergolong "sulit", sang fotografer menggunakan seekor bebek plastik dari koleksi putrinya untuk mencairkan suasana dan membuat bayi kecil tersebut tersenyum. Begitu pula bak mandi yang digunakan Yamal serta handuk untuk mengeringkannya, semuanya dipinjam dari rumah.
Foto yang dihasilkan kemudian terlupakan selama bertahun-tahun, hingga ayah Yamal, Mounir, membuka kembali album foto keluarga dan membagikannya di media sosial pada 2024, beberapa hari sebelum pemain sayap muda tersebut dinobatkan sebagai juara Eropa 2024.

(foto:FIFA)
Foto itu pun menjadi viral dan kembali mempertemukan Canals serta Monfort dengan kenangan lama mereka.
Keduanya sama sekali tidak mengetahui bagaimana perjalanan hidup bayi yang pernah berfoto bersama bintang Argentina itu bertahun-tahun sebelumnya.
"Luar biasa. Ini adalah salah satu hadiah yang diberikan kehidupan. Rasanya seperti Michael Jordan memandikan LeBron James. Benar-benar sulit dipercaya, sungguh gila. Awalnya banyak orang mengira foto itu hasil kecerdasan buatan. Kisah ini benar-benar di luar nalar. Sebuah cerita yang indah dan luar biasa," ujar Canals.
"Foto itu terpatri dalam jiwa saya. Saat itu merupakan sebuah keajaiban, dan 20 tahun kemudian tetap terasa sebagai keajaiban. Rasanya seperti menuliskan sejarah sebelum sejarah itu benar-benar terjadi. Tidak seorang pun dapat membayangkan semuanya akan berakhir seperti ini. Messi kemudian menjadi salah satu dari tiga atlet terbaik sepanjang sejarah, sementara Lamine sudah menjadi talenta luar biasa pada usia 16 tahun, menjuarai EURO pada usia 17 tahun, dan kini akan menghadapi Messi di final Piala Dunia pada usia 19 tahun. Sungguh luar biasa," kata Monfort.
"Saya tidak pernah menjadi orang yang religius, tetapi sekarang saya mulai percaya bahwa ada sesuatu yang lebih besar daripada diri kita. Saya tidak tahu apa itu atau dari mana asalnya, tetapi pasti ada sesuatu karena semua yang terjadi terasa mustahil dijelaskan dan begitu ajaib. Dan fakta bahwa mereka kini akan berdiri berdampingan di susunan pemain final Piala Dunia, yang satu berusia 39 tahun dan yang lainnya baru 19 tahun, benar-benar menjadi penutup yang sempurna," pungkas Monfort.