
UPdates—Departemen Luar Negeri AS memperbarui peringatan perjalanannya untuk Timur Tengah, dengan alasan meningkatnya ketegangan dan mendesak warga Amerika di wilayah tersebut untuk tetap waspada.
You may also like :
Dia Sendiri yang Minta Serang Iran, Trump Kini Paksa Iran Berunding, Ancam Lakukan Kejahatan Perang
"Karena ketegangan yang tinggi di Timur Tengah, lingkungan keamanan tetap kompleks dengan potensi eskalasi yang tidak terduga," kata departemen tersebut dalam sebuah peringatan yang dibagikan oleh Biro Urusan Konsuler di X sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Sabtu, 18 Juli 2026.
You might be interested :
Intelijen Belanda: Rusia Gunakan Senjata Kimia di Ukraina
Badan tersebut mendorong warga Amerika di wilayah tersebut untuk memantau laporan berita untuk perkembangan terkini dan menyarankan mereka yang bepergian ke atau melalui wilayah tersebut untuk mengkonfirmasi jadwal penerbangan dengan maskapai penerbangan mereka.
Washington juga mendesak warga AS untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke atau melalui Timur Tengah dan mengarahkan para pelancong untuk meninjau peringatan keamanan khusus negara.
Sementara itu, laporan lain yang dilansir dari Voice of Emirates menyebut bahwa Kedutaan Besar AS di Israel mengeluarkan peringatan perjalanan mendesak Sabtu hari ini, menyarankan warganya untuk menghindari perjalanan ke Israel dan wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya, kedutaan mendesak warga Amerika untuk memantau perkembangan keamanan dengan cermat dan mematuhi instruksi otoritas setempat untuk memastikan keselamatan mereka.
Peringatan yang diperbarui ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, dengan kedua pihak saling menyerang meskipun ada nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan yang bertujuan untuk mengakhiri perang mereka dan mencapai kesepakatan perdamaian yang langgeng.
Langkah ini mencerminkan kekhawatiran tentang potensi meluasnya konflik.
Peringatan ini juga bertepatan dengan pengumuman oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) tentang putaran serangan baru di dalam Iran.
Serangan dimulai pukul 22.30 pada hari Jumat waktu setempat atau Sabtu WITA, menandai malam ketujuh berturut-turut dari operasi militer intensif.
CENTCOM mengkonfirmasi bahwa serangan ini terutama bertujuan untuk mengurangi dan melemahkan kemampuan militer Republik Islam.
Sejumlah laporan menyebut AS mulai menyerang fasilitas publik, termasuk jembatan, dan pusat penyediaan air.
Pada saat yang sama, Iran balas menyerang pangkalan militer AS di wilayah-wilayah kawasan Teluk.
Setelah fasilitas publik mereka diserang, Iran juga mulai menyasar fasilitas publik negara di kawasan yang menjadi asal serangan AS.