
UPdates - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Makassar Raya bersama Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) Nitro Makassar resmi membuka peluang pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Jalur Kerja Sama, sebagai bentuk pemberdayaan bagi anak-anak pedagang yang berada di bawah naungan Perumda Pasar.
You may also like :
Catat! Masyarakat Tak Perlu Lagi Bayar Toilet Umum di Seluruh Pasar di Kota Makassar
Menurut Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, kerja sama ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masa depan keluarga pedagang, sekaligus penghargaan bagi para pedagang yang selama ini menunjukkan komitmen dan loyalitas dalam memenuhi kewajibannya kepada Perumda Pasar.
“Kerja sama ini menjadi peluang untuk memberikan semacam reward kepada pedagang yang rajin membayar kewajibannya kepada Perumda Pasar,” ujar Ali Gauli, dilansir Keidenesia.TV dari laman Pemkot Makassar, Kamis, 23 Juli 2026.
Melalui skema ini, anak-anak pedagang berkesempatan melanjutkan kuliah dengan biaya yang jauh lebih terjangkau, yakni Uang Kuliah Tunggal (UKT) hanya sekitar Rp350 ribu per bulan.
Pada tahap awal, Program Beasiswa Jalur Kerja Sama akan diterapkan di tujuh pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Makassar Raya, yakni Pasar Sentral, Pasar Butung, Pasar Pa’baeng-baeng, Pasar Terong, Pasar Daya, Pasar Toddopoli, dan Pasar Pannampu.
Dari masing-masing pasar akan dipilih lima orang anak pedagang, sehingga sedikitnya 35 calon mahasiswa akan memperoleh kesempatan mengikuti program tersebut pada tahap perdana.
“Program ini tidak sekadar memberikan keringanan biaya kuliah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan keluarga pedagang pasar,” tegas Ali Gauli.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis IBK Nitro Makassar, Sujatmiko, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari Sosialisasi Program Beasiswa Jalur Kerja Sama IBK Nitro, dirancang untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi keluarga pelaku usaha di pasar tradisional.
“Pilihan program studi ini kami siapkan agar anak-anak pedagang memiliki bekal ilmu yang sesuai dengan perkembangan dunia usaha, keuangan, dan ekonomi digital saat ini,” jelas Sujatmiko.
Menurutnya, IBK Nitro membuka berbagai pilihan program studi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan bisnis. Program tersebut meliputi Diploma III (D3) Keuangan dan Perbankan, Sarjana (S1).
Juga, Manajemen dengan konsentrasi Manajemen Keuangan, Manajemen Perbankan, Manajemen Pasar Modal, dan Manajemen Perbankan Syariah, serta S1 Bisnis Digital dan S1 Kewirausahaan.
Ia mengungkapkan, nilai bantuan pendidikan yang diberikan melalui program ini sangat besar karena penerima beasiswa memperoleh pembebasan biaya pendaftaran dan uang pangkal.
Selain itu, mahasiswa hanya dikenakan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp350 ribu per bulan di kampus tersebut.
“Secara reguler, biaya pendaftaran kami sebesar Rp300 ribu, uang pangkal Rp6 juta, dan UKT sekitar Rp4 juta per semester,” katanya.
“Melalui program beasiswa ini, pendaftaran gratis, uang pangkal juga gratis, dan UKT hanya Rp350 ribu per bulan. Selisih biaya tersebut ditanggung oleh mitra kami,” lanjutannya.
Sujatmiko berharap program ini dapat menjadi jembatan bagi anak-anak pedagang untuk memperoleh pendidikan tinggi yang selama ini mungkin sulit dijangkau karena keterbatasan ekonomi.