
UPdates—Menteri keamanan nasional Israel, Itamar Ben-Gvir mengejek seorang tahanan wanita Palestina yang mengeluhkan kondisi penahanan yang keras dan kurangnya kebutuhan dasar, dengan mengatakan kepadanya bahwa penjara bukanlah hotel.
You may also like :
Tiba di Paris, Greta Thunberg Mengaku Diculik Israel dan Menolak Teken Dokumen
Percakapan tersebut, yang diunggah sendiri oleh Itamar Ben-Gvir di Telegram, muncul dalam sebuah video yang difilmkan di dalam penjara Israel.
You might be interested :
Israel Hancurkan Markas Besar Badan PBB di Yerusalem Timur
Berbicara melalui penerjemah, Itamar Ben-Gvir yang dikenal sebagai menteri ekstremis Israel bertanya kepada tahanan tersebut tentang kondisinya.
Tahanan wanita itu mengatakan bahwa ia tidak baik-baik saja dan bahwa ia mengalami depresi dan menderita kerusakan psikologis.
"Bagaimana kondisi penahanan di sini?" tanya Ben-Gvir sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Sabtu, 1 Agustus 2026.
"Tidak ada makanan yang baik, tidak ada air bersih, tidak ada apa pun," jawab wanita Palestina itu.
"Makanannya memang tidak seharusnya enak. Ini bukan hotel," imbuh Ben-Gvir.
"Mereka yang melakukan sesuatu harus mempertimbangkan konsekuensinya. Siapa pun yang melakukan kejahatan harus belajar, terutama jika itu terhadap rakyat Israel," lanjutnya.
“Ini bukan hotel. Dulu memang hotel, tapi sekarang tidak lagi. Anda harus memikirkan apa yang telah Anda lakukan,” ujarnya.
Ben-Gvir sejak dulu terkenal karena pernyataan rasis dan meremehkan warga Palestina. Seperti pada tahun 2023 ia mengatakan: “Hak saya, istri saya, dan anak-anak saya untuk bepergian di Tepi Barat lebih penting daripada hak orang Arab.”
Pada bulan Mei lalu, kantornya merilis video yang memperlihatkan dirinya mengejek peserta armada bantuan kemanusiaan ke Gaza yang diserang secara ilegal di perairan internasional.
Sembari memaksa para tahanan kemanusiaan untuk berlutut dengan tangan terikat sambil mendengarkan lagu kebangsaan Israel, Ben-Gvir mengatakan kepada mereka: “Selamat datang di Israel. Kami adalah tuan tanah di sini.”
Sejak menjabat pada akhir tahun 2022, Ben-Gvir telah memperketat kondisi bagi tahanan Palestina, termasuk tindakan yang melibatkan kekurangan makanan, pengabaian medis, penyiksaan, dan isolasi.
Baru-baru ini ia mengusulkan untuk menempatkan buaya di luar penjara yang menahan warga Palestina sebagai tindakan keamanan.
Israel menahan sekitar 9.500 tahanan Palestina, termasuk 94 wanita dan lebih dari 350 anak-anak, yang menghadapi kelaparan, penyiksaan, dan pengabaian medis, menurut kelompok hak asasi manusia Palestina dan Israel.