
UPdates—Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Sabtu waktu setempat bahwa ia membatalkan serangan militer besar yang direncanakan terhadap Iran.
You may also like :
AS Serang Warga Sipil, Presiden Iran: Kami tidak akan Menyerah, Hadapi Tentara Kami yang Gagah Berani
Alasannya, Teheran dan negara-negara Timur Tengah lainnya meminta waktu untuk menyelesaikan kerangka kesepakatan perdamaian.
You might be interested :
Pentagon Akui Dahsyatnya Kerusakan Akibat Serangan Iran, Hancurkan Ratusan Bangunan di Pangkalan Militer AS di Seluruh Timur Tengah
Trump juga mengatakan Israel telah bergabung dalam komitmen tersebut.
Dalam sebuah unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump mengklaim bahwa kedua pihak menyetujui batas-batas kesepakatan potensial.
Itu akan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dengan segera, lengkap, dan total, serta pengakhiran ancaman nuklir Iran.
Trump mengatakan ia setuju untuk membatalkan serangan tersebut untuk kepentingan masa depan dunia dan, demikian pula, kelangsungan hidup Iran yang sukses dan makmur.
Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut bergantung pada kemampuan para pihak untuk dengan cepat membuat kesepakatan.
"AS siap dan siaga untuk melawan Republik Islam Iran, pada tingkat Teror Militer, Kekuatan, dan Kekuasaan yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II," tulis Trump sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Minggu, 2 Agustus 2026.
Ia mengatakan Israel juga menyetujui komitmen untuk menunda serangan. "Ayo mulai bekerja, semuanya, dan selesaikan tugas ini," tandasnya.