
UPdates—Iran dan Amerika Serikat saling melontarkan ancaman baru pada hari Minggu. Presiden AS, Donald Trump memperingatkan bahwa Iran akan mengalami kehancuran ekonomi atau kepemimpinan mereka akan dilenyapkan jika tidak mencapai kesepakatan, sementara militer Iran menyatakan akan membalas dengan keras setiap serangan baru.
You may also like :
Trump dan Netanyahu Diklaim Kirim Sinyal Serangan Besar akan Segera Terjadi di Timur Tengah
Konflik ini tampak menemui jalan buntu selama berbulan-bulan, tanpa tanda-tanda kedua belah pihak siap melakukan konsesi, meskipun situasi ini telah memperparah krisis energi global, melumpuhkan sebagian besar ekonomi Iran, dan memicu eskalasi regional yang baru.
You might be interested :
2 Suara Ledakan Besar Terdengar di Riyadh, Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat di 7 Wilayah
Trump dalam percakapan telepon dengan seorang reporter Fox News mengatakan para pemimpin Iran harus membuat kesepakatan, membiarkan ekonomi mereka hancur, atau menghadapi kehancuran total, menurut laporan reporter tersebut.
Namun, mengingat Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan tiba di New York minggu ini untuk menghadiri Sidang Umum PBB, Trump menyatakan terbuka untuk bertemu dengannya, tambah reporter Fox tersebut sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Tribune, Senin, 21 September 2026.
Trump telah berulang kali melontarkan ancaman samar mengenai eskalasi militer besar-besaran selama konflik yang bermula dari serangan AS dan Israel pada 28 Februari itu, namun tidak pernah benar-benar melaksanakannya.
Sebelumnya, komando pusat militer Iran menyatakan bahwa setiap serangan baru akan memicu pembalasan berkelanjutan terhadap pangkalan dan kepentingan AS, serta menegaskan bahwa sekutu regional Washington akan dianggap sebagai pihak yang terlibat dalam konflik tersebut.
Militer Iran menambahkan bahwa mereka memiliki informasi mengenai persiapan serangan AS, tanpa merinci lebih lanjut mengenai informasi tersebut.
Sekutu-sekutu di kawasan Teluk telah sangat terdampak oleh perang yang dilancarkan AS dan Israel yang secara mendadak dan tanpa peringatan menyerang Teheran Februari lalu.
Konflik ini membuat kota-kota mereka berada dalam jangkauan serangan Iran dan menghantam perekonomian mereka akibat blokade jalur pelayaran vital Selat Hormuz.
Situasi mereka semakin memburuk pada hari Sabtu ketika kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke ibu kota Arab Saudi, menyusul keberhasilan militer mereka yang tiba-tiba dalam perang saudara di Yaman yang kembali berkobar awal bulan ini.
Video Reuters memperlihatkan kepulan asap hitam pekat membubung dari area bandara internasional utama Riyadh setelah terdengar suara ledakan pada malam harinya.
Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan keamanan terkait tindakan permusuhan Houthi.
Pihak AS menyatakan adanya potensi eskalasi tak terduga di Timur Tengah, serta mengimbau warga Amerika untuk lebih waspada dan mengantisipasi kemungkinan pembatalan penerbangan maupun penutupan wilayah udara.