
UPdates—Iran memperingatkan bahwa perang baru dengan Amerika Serikat bisa berlangsung lebih lama dibandingkan konflik sebelumnya.
You may also like :
Warga Israel Demo Minta Oposisi Bentuk Pemerintahan Yahudi-Arab dan Akhiri Kekuasaan Netanyahu
Peringatan ini muncul setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa ia masih harus menangani sejumlah target lainnya di Iran yang dianggap sebagai ancaman.
You might be interested :
Kesal 4 Kali Diinterupsi saat Kampanye, Trump: Diam, Dasar Bodoh, Pecundang!
Upaya diplomatik untuk mengakhiri perang di Timur Tengah kerap diwarnai oleh ancaman berulang dari Amerika Serikat dan Israel untuk kembali melancarkan pemboman, di tengah berlangsungnya pemilihan umum yang krusial di negara-negara tersebut.
"Potensi perang di masa depan bisa berlangsung lebih lama daripada konflik-konflik sebelumnya, dan presiden Amerika tidak akan berada dalam posisi untuk mendikte waktu atau ketentuan berakhirnya perang tersebut," tegas juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, sebagaimana dilaporkan televisi pemerintah Iran seperti dilansir dari CNA, Senin, 2 November 2026.
Pada fase paling intens dari perang yang dimulai pada 28 Februari—saat AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran—Teheran membalas dengan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) di seluruh kawasan.
Kelompok-kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Iran turut terlibat dalam pertempuran di Lebanon dan Yaman.
Pernyataan Akraminia disampaikan menyusul isyarat dari Trump bahwa Amerika Serikat dapat dengan cepat menyerang target-target yang tersisa di Iran.
"Kami masih harus menangani—bisa dikatakan—satu atau dua lokasi, dan kami bisa melakukannya dalam 10 menit," ujar Trump kepada para wartawan.
"Mungkin Anda bisa melihat ke arah 'Pickaxe Mountain' (Gunung Pickaxe), dan itu harus ditangani. Kami bisa melakukan semuanya dengan sangat cepat," tambahnya, merujuk pada sebuah kompleks nuklir bawah tanah yang dicurigai keberadaannya.
Pada hari Minggu, Trump kembali melontarkan ancamannya saat berbicara dalam sebuah kampanye di Iowa menjelang pemilihan umum paruh waktu (midterm elections).
Ia menyatakan mungkin perlu memberikan pukulan telak kepada Teheran pada waktu yang belum ditentukan.
Peringatan ini muncul setelah media AS melaporkan bahwa Trump sempat melakukan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Sabtu.
Keduanya membahas apakah dan kapan harus meningkatkan operasi tempur terhadap Republik Islam Iran.
Situs berita Axios, mengutip seorang pejabat AS dan seorang pejabat Israel, melaporkan bahwa kedua pemimpin tersebut membahas status negosiasi dengan Iran.
Netanyahu mendesak Trump untuk segera melancarkan serangan setelah pemilihan umum paruh waktu AS pada hari Selasa, sementara Trump lebih memilih untuk membiarkan proses negosiasi terus berjalan.
Menurut Axios, sumber dari pihak Israel menggambarkan pembicaraan tersebut berlangsung "keras", sementara sumber dari pihak AS menyebutnya sebagai pembicaraan yang "langsung".
Saat berbicara kepada para wartawan pada hari Minggu, Trump mengonfirmasi bahwa ia telah membahas Iran dengan Netanyahu, namun ia tidak memberikan perincian lebih lanjut.