Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva (Foto: Anadolu)

Presiden Brasil: Trump tak Boleh Seenaknya Ngatur Negara Lain

22 September 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates—Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menegaskan bahwa Presiden AS Donald Trump memiliki hak untuk memimpin Amerika Serikat, namun tidak untuk negara lain.

You may also like : pangkalan as baghdad apPentagon Akui Dahsyatnya Kerusakan Akibat Serangan Iran, Hancurkan Ratusan Bangunan di Pangkalan Militer AS di Seluruh Timur Tengah

Lula mengatakan bahwa Washington harus menghormati kedaulatan bangsa-bangsa lain.

You might be interested : trump mojtaba khamenei people gazette nigeria1Iran dan AS Saling Mengancam di Tengah Eskalasi Serangan Houthi

"Presiden Trump terpilih sebagai presiden AS. Dia memiliki hak untuk memerintah. Namun, dia tidak memiliki hak untuk memerintah negara lain," tegas Lula dalam wawancara dengan pembawa acara CNN, Christiane Amanpour pada Senin waktu AS sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Selasa, 22 September 2026.

"Dia tidak berhak memaksakan kehendaknya. Saya ingin dihormati dan juga menunjukkan rasa hormat," tambahnya.

Lula mengkritik apa yang ia sebut sebagai pendekatan sepihak Trump dalam urusan internasional dan menyatakan bahwa berbagai negara harus memperkuat multilateralisme untuk mengatasi sengketa global.

"Cara terbaik untuk menjaga keharmonisan dunia adalah dengan memperkuat multilateralisme," ujarnya, sebagaimana dilaporkan CNN Brasil.

Ia mengatakan pendekatan Trump didasarkan pada gagasan bahwa negara terkuat dapat memaksakan kehendaknya kepada negara lain. Ditegaskan Lula, dirinya tidak sependapat dengan pandangan tersebut.

"Dia memiliki gaya kepemimpinan: 'Saya yang terkuat, saya yang terkaya, saya bisa melakukan segalanya dan pihak lain harus patuh.' Itu adalah hukum yang mengedepankan kekuatan pihak terkuat. Saya tidak setuju dengan hal itu," kata Lula.

Presiden Brasil tersebut telah berulang kali mengkritik pendekatan Trump terhadap hubungan internasional seiring meningkatnya ketegangan antara Brasilia dan Washington terkait masalah perdagangan serta tekanan AS terhadap Brasil.

Lula juga meminta AS untuk tidak mencampuri pemilihan presiden Brasil tahun 2026, dengan menegaskan bahwa urusan politik Brasil harus diputuskan oleh rakyat Brasil sendiri.

Presiden Brasil tiba di New York pada hari Minggu menjelang sidang ke-81 Majelis Umum PBB, di mana ia dijadwalkan untuk menyampaikan pidato pembukaan pada hari Selasa.

Wawancara ini berlangsung di tengah masih berlangsungnya sengketa antara Brasil dan AS terkait kebijakan perdagangan serta kritik Washington terhadap urusan dalam negeri Brasil.

Lula menyatakan bahwa Brasil menginginkan dialog dan negosiasi dengan AS, namun tidak akan menerima pemaksaan kehendak dari pihak luar.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >