
UPdates—Presiden AS, Donald Trump mengatakan bahwa pembocor informasi harus ditembak seraya mengklaim bahwa ia membatalkan serangan terhadap Iran setelah waktu pelaksanaannya bocor ke media massa.
You may also like :
Trump: Eksploitasi Minyak, Gas dan Mineral Besar-besaran akan Segera Dimulai di Greenland
"Menurut pendapat saya, pembocor informasi itu harus ditembak. Dulu, kita biasa menembak para pembocor informasi," ujarnya dalam sebuah rapat umum di Arizona pada Rabu waktu setempat sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Kamis, 15 Oktober 2026.
You might be interested :
2 Hari Serangan Houthi di Bandara Saudi, 14 Tewas dan 300 Lebih Terluka
Trump mengatakan pesawat pengebom siluman B-2 dikerahkan untuk memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir dan bahwa mereka menunggu kedatangan pesawat-pesawat tersebut karena bocornya informasi.
"Ada seseorang yang membocorkan informasi, seseorang yang sangat tercela. Mereka seharusnya dipenjara dan ditembak. Mereka seharusnya mendekam di penjara seumur hidup," tegasnya.
"Mereka membocorkan informasi bahwa kami berangkat pukul 12.07 dari Missouri, dan hal itu dimuat di New York Times serta CNN. Mereka membocorkan waktu keberangkatan dan waktu kedatangan kami," lanjut Trump.
Trump mengatakan bahwa dua hari kemudian, serangan itu tetap dilaksanakan pada waktu yang sama.
"Itu adalah satu-satunya saat mereka tidak menduga kedatangan kami," ujarnya.
Ia menyebut para pembocor informasi itu sebagai "sampah masyarakat" dan menambahkan bahwa mereka harus ditindak dengan sangat, sangat tegas.