
UPdates—Dunia geopolitik tingkat tinggi berbenturan dengan realitas manusiawi yang sepele di pusat pers Dewan Eropa di Brussels, Belgia, saat para jurnalis internasional harus menghadapi musuh yang tak terlihat namun berbau menyengat.
You may also like :
Di Florida, Dilarang Kentut di Tempat Umum Setelah Pukul 18.00 pada Hari Kamis, Benarkah?
Gangguan beraroma tidak sedap ini memicu lelucon di kalangan koresponden maupun pengguna media sosial.
You might be interested :
Bingung Sudah Sebulan Bokongnya Sakit, Wanita di China Kaget Ada Jarum Berkarat 4 Cm Nancap
Para jurnalis yang menunggu untuk meliput Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam KTT Uni Eropa yang krusial di Brussels mendapati diri mereka tidak hanya berburu berita terkini, tetapi juga harus berurusan dengan bau misterius yang berulang kali memaksa mereka keluar dari ruang konferensi pers Dewan Eropa.
Peristiwa aneh ini—yang dengan cepat menjadi bahan perbincangan di media sosial—membuat para koresponden internasional dihadapkan pada sebuah misteri, sebagaimana disebut oleh POLITICO Europe: siapa sebenarnya yang terus-menerus kentut di ruang konferensi pers?
Masalah ini rupanya bukan kejadian sekali saja. Para wartawan sempat mengalami hal serupa saat sesi pengarahan diplomatik pada malam sebelumnya, ketika muncul "bau yang sampai membuat mata berair" hingga memaksa sejumlah jurnalis untuk segera meninggalkan ruangan.
Analis ekonomi politik sekaligus koresponden, Shankkar Aiyar—yang mengaku ikut terdampak—menyebut kejadian itu "sangat lucu", meski tentu saja tidak terasa lucu bagi mereka yang terjebak di dalam ruangan tersebut.
"Lucu sekali! Siapa sebenarnya 'pelaku kentut misterius' ini?" tulis Aiyar di platform X sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari India Today, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Ia menceritakan bagaimana para wartawan berulang kali harus menahan bau yang sangat tidak sedap saat menunggu kesempatan untuk meliput Zelenskyy.
Menunggu sesi pengarahan seorang presiden bisa menjadi pengalaman yang melelahkan; para koresponden sering menghabiskan waktu berjam-jam di pusat pers agar tidak ketinggalan pengumuman penting.
Namun kali ini, tantangannya justru adalah menjaga jarak aman dari sumber bau misterius tersebut.
"Semua orang di sini hanya mengandalkan kopi dan rasa takut ketinggalan informasi, jadi mungkin hal seperti ini memang bisa terjadi," tulis Aiyar.
Meski begitu, ia sempat melontarkan permintaan kepada pelaku yang belum diketahui identitasnya itu, berharap agar sang "sumber bau misterius" mau keluar ruangan dan menyelesaikan masalah tersebut sebelum ada orang yang pingsan.
POLITICO Europe mengangkat peristiwa ini ke khalayak yang lebih luas melalui platform X, dengan melontarkan pertanyaan siapa sebenarnya sosok yang terus-menerus "melepaskan gas" saat para wartawan sedang menunggu kehadiran Zelenskyy.
Kisah ini juga dirasakan relevan oleh para jurnalis yang akrab dengan sisi yang kurang glamor dalam meliput politik dan diplomasi.
Jurnalis Ukraina, Illia Ponomarenko, menanggapi berita tersebut dengan celetukan, "Ya ampun, saya jadi rindu ruang dan pusat pers."
Sementara reporter politik AS, Ben Jacobs, berkelakar, "Tunggu saja sampai Anda mencicipi Sup Kacang Senat (Senate Bean Soup) yang mereka buat di Brussel."
Reporter keamanan nasional, Robbie Gramer, menyorotinya dari sudut pandang geopolitik dengan bercanda bahwa "NATO belum menanggapi kampanye kentut jahat yang didukung Rusia".
POLITICO Europe kemudian menutup liputannya dengan permainan kata yang merujuk pada pertemuan puncak itu sendiri, dengan berkelakar bahwa pertemuan tersebut hanyalah "sekumpulan udara panas". Itu istilah yang dalam bahasa Inggris juga bermakna omong kosong atau sesuatu yang tidak berarti.
Bagi para jurnalis yang terbiasa menghadapi ketegangan diplomatik, tenggat waktu yang ketat, dan sesi pengarahan yang panjang, pertemuan puncak di Brussel ini rupanya menghadirkan satu tantangan tambahan: mencari tahu siapa yang bertanggung jawab membuat seisi ruangan harus segera dikosongkan—tanpa perlu mengucapkan sepatah kata pun.