
UPdates—Polisi Israel menangkap seorang pria yang membawa pisau besar pada hari Selasa setelah ia mendekati politisi oposisi Yair Golan saat kegiatan kampanye di Tel Aviv.
You may also like :
Netanyahu Perintahkan “Penguncian Total” Tepi Barat Setelah Israel Tembak Mati 2 Warga Palestina
Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa insiden ini diduga merupakan upaya penusukan.
You might be interested :
AS Siap Serang Iran 96 Jam Setelah Perintah Trump, Israel Lobi Bergabung
Peristiwa tersebut terjadi saat kegiatan mobilisasi pemilih di Railway Park, Tel Aviv, menurut pernyataan dari Partai Demokrat yang dipimpin oleh Golan.
Partai tersebut menyatakan bahwa seorang pria tak dikenal yang mengenakan jaket mendekati Golan dengan sikap mengancam, sebelum akhirnya dihentikan oleh tim pengawalnya.
Saat para pengawal mendekatinya, sebilah pisau besar terjatuh dari pakaian pria tersebut. Tim keamanan pun segera melumpuhkannya dan menghubungi polisi, menurut laporan itu.
Surat kabar tersebut melaporkan bahwa polisi kemudian menangkap tersangka.
Partai Demokrat menyatakan bahwa tim keamanan Golan berhasil mencegah pria tersebut melakukan aksinya, dan tidak ada korban luka dalam kejadian ini.
Belum ada konfirmasi independen mengenai niat tersangka, dan pihak kepolisian belum merilis rincian lebih lanjut terkait penyelidikan kasus ini.
Golan menyebut hasutan politik sebagai penyebab di balik insiden tersebut.
"Hasutan dan kekerasan tidak akan menyurutkan langkah kami," ujarnya, seraya mengimbau warga Israel untuk menggunakan hak pilih mereka dalam pemilihan umum hari Selasa sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu.
Insiden ini terjadi di tengah berlangsungnya pemilihan umum Israel untuk memperebutkan 120 kursi di Knesset (parlemen).
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan kepala militer Gadi Eisenkot memimpin kubu politik utama yang saling bersaing.
Belum ada satu pun kubu yang dipastikan mampu meraih 61 kursi yang dibutuhkan untuk mencapai mayoritas parlemen, sehingga membuka kemungkinan adanya negosiasi koalisi setelah pemungutan suara selesai.