
UPdates—Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka 108 lowongan kerja dalam Program Pengawal Energi buat sarjana (S1) dan diploma empat (D4).
You may also like :
Antrean Solar Kembali Mengular di Makassar
Program yang diluncurkan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung ini menawarkan honor hingga Rp6,5 juta per bulan.
You might be interested :
Sebut Distribusi BBM di Bali Aman, Pigai Ngaku Keliling 3 Hari dan Tidur Jam 5 Pagi Pantau Situasi
Program ini ditujukan mendukung pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.
“Sobat Energi, Wakil Menteri ESDM Yuliot telah meluncurkan Program Pengawal Energi. Sebuah program yang membuka kesempatan bagi talenta muda untuk berkontribusi dalam mendukung pengawasan distribusi BBM di Indonesia,” demikian pengumuman Kementerian ESDM di Instagram sebagaimana dipantau Keidenesia.tv, Selasa, 27 Oktober 2026.
Program ini hasil kerja sama Kementerian ESDM, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas.
Pendaftaran dibuka pada 23 Oktober hingga 1 November 2026.
Persyaratannya meliputi; WNI (laki-laki atau perempuan), IPK minimal 2,75, siap ditempatkan di luar Pulau Jawa, berkelakuan baik yang dibuktikan dengan SKCK, siap mengikuti pembekalan, sertifikasi, dan menandatangani kontrak penugasan.
Program tersebut menggunakan skema Perjanjian Kerja Jasa Perorangan dengan masa penugasan selama satu tahun. Program dimulai dari Desember 2026 hingga Desember 2027.
Ada dua posisi yang dibuka, yakni Verifikator Lapangan sebanyak 100 orang dan Analis sebanyak delapan orang.
Verifikator Lapangan akan menerima honor Rp6,5 juta per bulan. Sedangkan Analis memperoleh Rp5,7 juta per bulan.
Selain honor bulanan, peserta mendapatkan dukungan transportasi, akomodasi, dan komunikasi selama menjalankan tugas. Fasilitas lainnya mencakup BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, tas, kartu identitas, sepatu keselamatan, rompi keselamatan, dan alat tulis kantor.
Peserta juga akan memperoleh sertifikat pelatihan dan kompetensi operator pendistribusian BBM nonpenerbangan dari Kementerian ESDM. Namun, calon peserta perlu memperhatikan persyaratan pendidikan dan kesediaan penempatan sebelum mendaftar.
“Peluncuran program ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 melalui kolaborasi Kementerian ESDM, BPH Migas, dan PEM Akamigas. Melalui program ini, generasi muda dapat mengembangkan kompetensi, bekerja secara profesional, sekaligus mengambil peran aktif dalam mengawal distribusi BBM di Indonesia,” tulis Kementerian ESDM.