
UPdates—Liburan impian di Bali berubah menjadi mimpi buruk bagi seorang influencer asal Gold Coast, Australia.
You may also like :
Sebut Distribusi BBM di Bali Aman, Pigai Ngaku Keliling 3 Hari dan Tidur Jam 5 Pagi Pantau Situasi
Khiana Smith, yang dikenal melalui konten kebugarannya di Instagram dan TikTok, kini harus berjuang melawan infeksi otak yang mematikan di sebuah rumah sakit.
You might be interested :
Influencer Bikin Konten Mandi di Puncak Gunung Dikecam karena Meninggalkan Bak Mandinya
Smith telah menghabiskan sembilan hari di ICU karena menderita meningitis bakteri, sebelum kondisinya cukup stabil untuk menceritakan penderitaannya di media sosial.
"Hidup ini begitu berharga. Satu saat saya sehat, berkeliling dunia, dan menjalani kehidupan impian saya, namun saat berikutnya saya justru terbaring di ICU di Bali akibat infeksi otak yang bisa saja merenggut nyawa saya," ujarnya dalam sebuah video TikTok sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Daily Mail, Minggu, 1 November 2026.
Bintang media sosial ini menjelaskan bahwa ia kini juga menderita pneumonia dan terdapat penumpukan cairan di paru-parunya.
Smith menuturkan, gejalanya bermula dari sakit kepala, yang kemudian berkembang menjadi nyeri kepala yang luar biasa, pusing, bicara tidak jelas, penglihatan kabur, serta sensitivitas ekstrem terhadap cahaya.
"Saya benar-benar tidak tahu apa yang terjadi. Tiba-tiba suatu hari saya terbangun dengan sakit kepala yang sangat hebat, sampai-sampai saya tidak bisa beranjak dari tempat tidur. Sepertinya saya benar-benar meremehkan betapa seriusnya situasi ini," jelasnya.
Smith mengungkapkan bahwa ia mengalami masalah ingatan. "Ingatan saya banyak yang hilang; saya benar-benar kesulitan untuk mengingat berbagai hal," katanya.
Ia juga mengaku kesulitan berkomunikasi dengan staf medis karena kendala bahasa. "Berada di negara asing—meskipun mereka sudah berusaha sebaik mungkin—kendala bahasa menjadi tantangan tersendiri. Rasanya berat sekali saat seluruh hidup Anda bergantung pada orang lain, sementara Anda sendiri tidak mendapatkan jawaban yang jelas," ujarnya.
Smith menjelaskan bahwa ia terus-menerus merasa kelelahan dan hampir tidak bisa melakukan apa pun.
Pembuat konten ini sangat ingin segera pulang ke Australia, namun ia tidak diizinkan terbang karena tekanan udara di dalam kabin pesawat dapat membahayakan kondisi infeksi otaknya.
"Saya merasa benar-benar tidak berdaya dan hanya ingin pulang," ungkapnya.
Ia menutup unggahannya dengan sebuah peringatan bagi para pengikutnya. "Jangan pernah menyia-nyiakan hidup atau kesehatan Anda," pesannya.
Dalam unggahan kedua yang dibagikan di Instagram, Smith mengatakan bahwa pekan terakhir ini terasa begitu kabur.
“Baru beberapa minggu lalu, saya berkeliling Eropa dalam liburan impian saya. Sehat, bahagia, dan menikmati hidup. Saya tidak pernah membayangkan bahwa hanya berselang beberapa minggu kemudian, saya akan terbaring di ranjang rumah sakit, berjuang melawan sesuatu yang begitu serius,” tulisnya.
Menurutnya, ia mengalami perubahan hidup yang begitu signifikan. “Mengalami perubahan dari sosok yang sangat aktif dan mandiri menjadi seseorang yang hampir tidak memiliki energi untuk sekadar beranjak dari tempat tidur, sungguh merupakan kenyataan yang sangat berat untuk dihadapi,” ungkapnya.
Meningitis bakterial adalah peradangan yang mengancam jiwa pada selaput pelindung yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang.
Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri dan dianggap sebagai keadaan darurat medis yang dapat menyebabkan kematian dalam hitungan jam jika tidak segera ditangani.