
UPdates—Pada usia 18 tahun, Esmée Gummer asal Inggris mengalami kelumpuhan dari pinggang ke bawah akibat komplikasi saat menjalani operasi rutin.
You may also like :
Nonton Bioskop 3 Kali Sehari, Pria di AS Pecahkan Rekor Dunia dengan Total 1.200 Film dalam Setahun
Peristiwa ini terjadi hanya enam minggu sebelum ia dijadwalkan untuk memulai pendidikan di sekolah tari.
Para dokter memperingatkan bahwa ia mungkin tidak akan pernah bisa berjalan lagi. Namun, setelah belajar untuk berjalan, menari, dan akhirnya berlari kembali, ia menemukan semangat baru dalam aktivitas fisik yang mengubah hidupnya.
Kini berusia 35 tahun, Esmée telah menyelesaikan perjalanan luar biasa sejauh 5.000 km melintasi Inggris dan Irlandia, sekaligus mencatatkan rekor sebagai individu yang menyelenggarakan klub lari terbanyak di berbagai kota, yakni 76 klub.
Petualangan Esmée, yang diberi nama "The Nation's 5K", dimulai di Inverness, Skotlandia, pada tanggal 27 Juni.
Selama 99 hari berturut-turut, ia berlari dari satu kota ke kota lain, tinggal di dalam mobil van (campervan), dan menempuh jarak rata-rata 50 km—lebih jauh dari jarak maraton!—setiap 24 jam.
Ini merupakan ujian ketahanan fisik dan mental yang luar biasa. Hari demi hari, Esmée harus menghadapi otot yang nyeri, kelelahan, cuaca Inggris yang tidak menentu, serta tantangan berat untuk terus melangkah maju.
Namun, menempuh jarak tersebut hanyalah sebagian dari misinya. Ia ingin menunjukkan bahwa olahraga harus dapat diakses oleh siapa saja, tanpa memandang usia, kemampuan, atau pengalaman.
Bagaimana cara ia mencapai misi pemecahan rekor tersebut?
Sepanjang perjalanannya, Esmée mengorganisasi klub lari 5 km yang bersifat inklusif dan gratis, terbuka bagi siapa saja—mulai dari atlet berpengalaman hingga pemula.
Dalam 76 sesi lari yang tercatat, para peserta dapat memilih untuk berlari, joging, berjalan kaki, atau menggunakan kursi roda.
Esmée sengaja selalu finis di posisi terakhir agar tidak ada satu pun peserta yang merasa tertinggal.
Setiap kota baru mempertemukan sekelompok orang asing yang dipersatukan oleh tujuan yang sama.
Beberapa peserta adalah pelari rutin yang mengejar rekor pribadi, sementara yang lain baru memulai langkah awal menuju gaya hidup yang lebih aktif.
Bagi banyak orang, sekadar hadir dan menyelesaikan jarak tempuh sudah menjadi sebuah kemenangan yang patut dirayakan.
Klub-klub ini menjadi lebih dari sekadar sarana untuk berolahraga. Sebagai wujud nyata dari apa yang disebut Guinness World Records sebagai Kekuatan Masyarakat (People Power), pertemuan-pertemuan ini menjadi kesempatan untuk menjalin pertemanan, berbagi cerita, dan menemukan kegembiraan dalam mencapai sesuatu bersama-sama.
Pesan Esmée sederhana saja: Anda tidak perlu menjadi orang tercepat atau yang paling bugar dalam kelompok untuk bisa menjadi bagian di dalamnya.
Saat tiba di London pada tanggal 3 Oktober—di mana ia sempat mampir untuk wawancara singkat di acara televisi This Morning bersama Dermot O'Leary dan Alison Hammond—Esmée telah menghabiskan 580 jam untuk berlari dan menempuh akumulasi ketinggian sebesar 62.000 meter (203.412 kaki).
Ini setara dengan mendaki Gunung Everest, gunung tertinggi di dunia, sebanyak tujuh kali!
Ia juga telah menyambut 6.684 peserta yang luar biasa untuk bergabung dalam klub-klubnya.
Tantangan ini berhasil menggalang dana ribuan poundsterling untuk kegiatan amal, mendukung penelitian cedera sumsum tulang belakang, inisiatif kesehatan mental, serta berbagai gerakan sosial lokal.
Bagi Esmée, yang pernah dihadapkan pada kemungkinan tidak akan bisa berjalan lagi, pencapaian ini merupakan kemenangan pribadi yang luar biasa.
Namun, mungkin keberhasilan terbesarnya adalah menginspirasi ribuan orang lain untuk menyadari potensi diri mereka sendiri—sebuah bukti nyata dari "Kekuatan Masyarakat" yang beraksi.
Merayakan pencapaian pemecahan rekornya di dekat Istana Buckingham, Esmée merenungkan kebaikan orang-orang asing yang telah mendukungnya sepanjang perjalanan.
"Rekor ini sebenarnya bukan tentang saya. Ini adalah hasil dari apa yang terjadi ketika orang-orang saling hadir dan mendukung satu sama lain," ujarnya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website resmi GWR, Minggu, 1 November 2026.