
UPdates—Amerika Serikat kembali menggempur wilayah Iran yang membuat negosiasi perdamaian tampak makim suram.
You may also like :
Perang Iran vs AS-Israel Masuki Fase Berbahaya 24 Jam Terakhir
Militer AS mengatakan pihaknya melancarkan serangan terhadap target Iran sebagai tanggapan atas serangan Teheran terhadap pasukan Amerika sehari sebelumnya.
You might be interested :
Israel tak Lagi Peduli Keselamatan Sandera
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari AP, Kamis, 30 Juli 2026, dalam sebuah unggahan di media sosial, Komando Pusat AS mengatakan serangan tersebut dimulai pada Rabu malam waktu setempat atau Kamis WITA.
Ini merupakan eskalasi lebih lanjut setelah periode tenang, dengan AS mengatakan telah mencegat serangan dari Iran sehari sebelumnya dan melakukan serangan terpisah bersama Arab Saudi terhadap milisi yang didukung Teheran di Irak.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah bersumpah untuk membalas setelah Iran menargetkan pangkalan di Yordania yang menampung pasukan AS.
Sebelumnya, Iran meluncurkan rentetan rudal ke pasukan Amerika di Timur Tengah pada hari Rabu ketika AS bekerja sama dengan Arab Saudi untuk menyerang milisi yang didukung Teheran di Irak, menewaskan sedikitnya 20 pejuang dan enam penasihat Iran.
Di tempat lain, serangan drone memicu kebakaran pada dua kapal gas alam di pelabuhan Damietta, Mesir, menurut Ambrey, sebuah perusahaan keamanan maritim Inggris.
Belum jelas siapa yang bertanggung jawab atas serangan terhadap fasilitas penyimpanan terapung milik AS dan kapal tanker milik Yunani itu. Tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam insiden itu.