
UPdates—Perang Iran secara signifikan menguras persediaan rudal utama Amerika Serikat. Dan laporan terbaru mengindikasikan bahwa militer AS mungkin kehabisan rudal jika perang melawan Iran berlanjut.
You may also like :
AS Evakuasi Pasukan dari Qatar dan Bahrain, Warga Israel Siapkan Koper Antisipasi Serangan ke Iran
Lapor CNN pada hari Selasa mengungkap bahwa selama tujuh minggu perang, militer AS telah menggunakan sekitar 45% dari Rudal Serangan Presisi (Precision Strike Missiles), setidaknya setengah dari pencegat THAAD, dan hampir 50% dari rudal pertahanan udara Patriot. Itu menurut analisis baru oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS).
You might be interested :
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Militer Amerika Bilang Tabrakan, Iran Klaim Tembak Jatuh
Angka-angka ini kata laporan tersebut sangat sesuai dengan perkiraan Pentagon yang dirahasiakan.
Menurut laporan itu, militer AS juga telah menggunakan sekitar 30% dari rudal Tomahawk, lebih dari 20% dari Rudal Jarak Jauh Gabungan Udara-ke-Permukaan (Joint Air-to-Surface Standoff Missiles), dan sekitar 20% dari rudal SM-3 dan SM-6.
Meskipun Pentagon menandatangani kontrak awal tahun ini untuk meningkatkan produksi rudal, pengisian kembali sistem ini masih akan memakan waktu tiga hingga lima tahun, bahkan dengan peningkatan kapasitas.
Dalam jangka pendek, AS kemungkinan besar masih memiliki cukup amunisi untuk mendukung operasi melawan Iran jika gencatan senjata yang rapuh itu runtuh, menurut laporan tersebut.
Namun, persediaan senjata utama saat ini tidak mencukupi untuk konflik dengan musuh yang hampir setara seperti Tiongkok, dan membangun kembali persediaan tersebut ke tingkat sebelum perang dapat memakan waktu bertahun-tahun.
“Pengeluaran amunisi yang tinggi telah menciptakan celah kerentanan yang meningkat di Pasifik barat,” kata Mark Cancian, seorang pensiunan Kolonel Korps Marinir AS dan salah satu penulis laporan CSIS, kepada CNN sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Rabu, 22 April 2026.
“Dibutuhkan satu hingga empat tahun untuk mengisi kembali persediaan ini dan beberapa tahun setelah itu untuk memperluasnya ke tingkat yang dibutuhkan,” lanjutnya.
Dalam sebuah pernyataan kepada CNN, juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, mengatakan bahwa militer memiliki semua yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas pada waktu dan tempat yang dipilih Presiden.
“Sejak Presiden (Donald) Trump menjabat, kami telah melaksanakan berbagai operasi yang sukses di seluruh komando tempur sambil memastikan militer AS memiliki kemampuan persenjataan yang mumpuni untuk melindungi rakyat dan kepentingan kami,” katanya.
Trump malam tadi mengumumkan perpanjangan gencatan senjata sepihak dalam perang melawan Iran. Sementara Teheran menyatakan tidak menerima perpanjangan gencatan senjata itu.