
UPdates—Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran yang mereka klaim sebagai tanggapan atas serangan terhadap tiga kapal komersial di Selat Hormuz.
You may also like :
Iran Siap Perang 6 Bulan dan akan Mulai Gunakan Senjata Canggih
Komando Pusat AS (Centcom) mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka telah memulai serangan tersebut, untuk memberikan konsekuensi berat atas penargetan dan penyerangan terhadap kapal komersial yang diawaki oleh individu yang tidak bersalah di jalur air internasional.
You might be interested :
Selat Hormuz Memanas, Media Iran Klaim 2 Rudal Hantam Kapal Perang AS yang Langsung Kabur, Washington Membantah
Wakil menteri luar negeri Iran menyebut serangan AS sebagai pelanggaran terhadap memorandum AS-Iran yang ditandatangani bulan lalu, dan memperingatkan bahwa Teheran akan mengambil tindakan tegas.
Media pemerintah Iran mengatakan serangan telah menghantam pulau Qeshm, Bandar Abbas, dan Sirik, di mana beberapa orang terluka akibat pecahan peluru. Tidak ada laporan kematian.
AS telah menyatakan akan ada konsekuensi atas apa yang disebutnya sebagai serangan yang sama sekali tidak dapat diterima terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.
Dalam sebuah pernyataan pada Selasa malam, Centcom mengatakan serangan AS tersebut sebagai tanggapan atas serangan Iran.
"Agresi Iran yang ditunjukkan tidak beralasan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata," katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari BBC, Rabu, 8 Juli 2026.
Sebelum serangan tersebut, Departemen Keuangan AS pada Selasa sebelumnya mencabut pengecualian yang telah mencabut sementara sanksi minyak terhadap Iran.
Lisensi tersebut, yang mengizinkan Iran untuk menjual produk minyak dan bensin, merupakan bagian dari nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Washington dan Teheran bulan lalu.
Kementerian Luar Negeri Iran menyebut langkah tersebut sebagai pelanggaran nota kesepahaman dan mengatakan hal itu membuktikan itikad buruk, inkonsistensi, dan ketidakandalan pemerintah AS.
Ditambahkan bahwa Teheran akan mengambil tindakan apa pun yang dianggap perlu untuk melindungi kepentingan nasional dan keamanan nasionalnya.
Berbicara dengan syarat anonim sebelum pengumuman serangan baru oleh Centcom, pejabat AS tersebut menegaskan bahwa para negosiator AS akan terus bekerja dengan "itikad baik" menuju kesepakatan akhir dengan Iran.