Armada bantuan yang menuju Gaza. (Foto: Josep LAGO/AFP)

Armada Bantuan Gaza Sebut 211 Aktivis 'Diculik' Israel, Bagaimana Nasib Warga Indonesia?

30 April 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Armada bantuan yang menuju Gaza dilaporkan telah dikepung oleh kapal militer Israel di perairan internasional dekat pulau Kreta, Yunani, dan 211 aktivis dilaporkan 'diculik' oleh Israel.
  • Kapal-kapal armada tersebut membawa perlengkapan sekolah dan makanan untuk wilayah Gaza yang terkena blokade Israel sejak 2007.
  • Operasi penangkapan oleh Israel ini menuai kecaman internasional dan dianggap ilegal oleh penyelenggara armada dan organisasi hak asasi manusia seperti Amnesty International.
  • Beberapa negara, termasuk Italia, menyerukan pembebasan warga negaranya yang ditahan secara ilegal dalam operasi tersebut.
  • Armada Global Sumud melibatkan aktivis dari berbagai negara, termasuk Indonesia dan Malaysia, dengan total sekitar 58 kapal yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini.
  • Konflik di Jalur Gaza telah menyebabkan kekurangan pangan, air, obat-obatan, dan bahan bakar yang parah sejak awal perang pada Oktober 2023, dengan lebih dari 72.000 orang tewas di wilayah Palestina.
  • Gencatan senjata yang rapuh tercapai pada Oktober tahun lalu, namun situasi di Gaza tetap genting dan memerlukan perhatian internasional untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan yang berkepanjangan.
atau

UPdates–Penyelenggara armada bantuan yang menuju Gaza pada hari Kamis mengatakan tentara Israel telah "menculik" 211 aktivis termasuk seorang anggota dewan kota Paris.

You may also like : paus palestina apPerginya Pembela Rakyat Gaza, Hamas Berduka atas Wafatnya Paus Fransiskus

Mereka ditangkap tentara Israel dalam serangan di perairan internasional di lepas pantai Yunani.

You might be interested : netanyahu aanadoluTrump Minta Netanyahu Akhiri Perang Gaza sebelum Dilantik Jadi Presiden AS

Helene Coron, juru bicara Global Sumud France, mengatakan dalam konferensi pers daring bahwa operasi tersebut telah berlangsung di dekat pulau Kreta di Yunani, pada jarak yang belum pernah terjadi sebelumnya dari pantai Gaza.

Yasmine Scola, seorang aktivis di atas armada tersebut, mengatakan rekan-rekannya telah "diculik" oleh Israel.

Kementerian Luar Negeri Israel sebelumnya menyebutkan jumlah orang yang ditahan sebanyak 175 orang.

Coron mengatakan mereka yang dicegat termasuk anggota dewan lokal Komunis Paris, Raphaelle Primet, dan 10 warga negara Prancis lainnya.

"Kami tidak memiliki informasi untuk kewarganegaraan lain, tetapi kapal-kapal tersebut beragam kewarganegaraannya, jadi ada anggota kru dari semua 48 delegasi," katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari France24, Kamis, 30 April 2026.

Roma, dalam sebuah pernyataan pemerintah, menyerukan pembebasan segera semua warga Italia yang ditahan secara ilegal.

Dalam rombongan besar ini, juga ada beberapa aktivis dari Indonesia dan Malaysia. Pusat Komando Sumud Nusantara (SNCC) menyebut 10 aktivis kemanusiaan Malaysia termasuk di antara orang-orang yang saat ini ditahan atau tidak dapat dihubungi menyusul pencegatan Global Sumud Flotilla (GSF 2.0).

Berdasarkan laporan terbaru per April 2026, sekitar 6 relawan Indonesia yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) ikut dalam rombongan ini.

Beberapa kapal masih dalam perjalanan

Para aktivis pro-Palestina yang berupaya menerobos blokade Israel di Gaza mengumumkan pada Kamis pagi bahwa kapal-kapal mereka telah dikepung oleh kapal-kapal militer Israel saat berada di lepas pantai Kreta.

"Pada saat pernyataan ini diterbitkan (12.30 WITA), setidaknya 22 dari 58 kapal armada telah diserbu oleh pasukan Israel yang sepenuhnya melanggar hukum internasional," kata Armada Global Sumud dalam sebuah pernyataan.

Menurut verifikasi AFP, berdasarkan data pelacakan dari penyelenggara, kapal-kapal tersebut dicegat di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Yunani.

Sekitar tiga puluh kapal dari armada tersebut masih dalam perjalanan, sebagian besar kini berada di perairan teritorial Yunani di selatan Kreta, menurut sumber yang sama.

Coron mengatakan operasi tersebut telah berlangsung lebih dari 1.000 kilometer dari Jalur Gaza. Operasi terpanjang hingga saat ini adalah sejauh 185 kilometer pada Juni 2025, katanya.

Kementerian Luar Negeri Israel menyebut bahwa lebih dari 20 kapal sekarang sedang menuju Israel.

Scola mengatakan kapalnya membawa perlengkapan sekolah dan makanan.

Armada tersebut berlayar dalam beberapa minggu terakhir dari Marseille di Prancis, Barcelona di Spanyol, dan Syracuse di Italia.

Pada malam hari dari Rabu hingga Kamis, armada tersebut mengatakan kapal-kapal mereka telah "dikelilingi secara ilegal" oleh kapal-kapal Israel.

"Perahu kami didekati oleh perahu cepat militer, yang mengidentifikasi diri sebagai 'Israel', yang mengarahkan laser dan senjata serbu semi-otomatis, memerintahkan para peserta untuk maju ke depan perahu dan berlutut," kata organisasi tersebut.

"Komunikasi perahu sedang dihalangi dan sinyal SOS dikeluarkan," lanjutnya.

Sebuah sumber penjaga pantai Yunani mengatakan kepada AFP bahwa mereka telah menanggapi sinyal bahaya dari armada tersebut, tetapi begitu kapal patroli mereka mencapai daerah tersebut, mereka diberitahu bahwa tidak diperlukan bantuan.

Pada musim panas dan musim gugur tahun 2025, pelayaran pertama Armada Global Sumud melintasi Mediterania menuju Gaza menarik perhatian dunia.

Perahu-perahu dalam armada tersebut dicegat oleh Israel di lepas pantai Mesir dan Jalur Gaza pada awal Oktober.

Operasi Israel, yang digambarkan sebagai ilegal oleh penyelenggara dan oleh Amnesty International, menuai kecaman internasional.

Anggota kru, termasuk aktivis Swedia Greta Thunberg saat itu ditangkap dan kemudian diusir oleh Israel.

Israel mengendalikan semua titik masuk ke Gaza. Perserikatan Bangsa-Bangsa dan LSM asing menuduh Israel mencekik arus barang ke wilayah tersebut, menyebabkan kekurangan sejak awal perang pada Oktober 2023.

Jalur Gaza, yang diperintah oleh Hamas, telah berada di bawah blokade Israel sejak 2007.

Perang yang dipicu oleh serangan mendadak gerakan Palestina terhadap Israel sebagai bentuk perlawanan terhadap penjajahan telah menyebabkan kekurangan pangan, air, obat-obatan, dan bahan bakar yang parah.

Gencatan senjata yang rapuh tercapai Oktober tahun lalu setelah dua tahun konflik yang menghancurkan.

Serangan Hamas dan kelompok perlawanan Palestina lainnya pada Oktober 2023 menewaskan 1.221 orang, sebagian besar warga sipil, menurut angka resmi Israel yang dikumpulkan oleh AFP.

Operasi militer Israel yang dilakukan sebagai pembalasan serangan mengejutkan itu telah menewaskan lebih dari 72.000 orang di wilayah Palestina, juga sebagian besar warga sipil, menurut kementerian kesehatan Gaza.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

russell

Bertrand Russell

"Perang tidak menentukan siapa yang benar, hanya siapa yang tersisa"
Load More >