
UPdates - Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada wartawan di West Palm Beach, Florida, pada Senin, 23 Maret 2026 waktu setempat yang menyebut AS dan Iran telah mencapai kemajuan signifikan dalam proses negosiasi, langsung dibantah oleh pemerintah Iran.
You may also like :
Senator AS: Perang Iran Berjalan Buruk karena Militer Menerima Perintah dari Orang Tua Pikun
Seperti dilaporkan kantor berita resmi IRNA, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei menegaskan Teheran tidak pernah melakukan negosiasi apa pun dengan AS selama konflik berlangsung.
You might be interested :
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei: Jika AS Memulai Perang, Itu akan Meluas ke Seluruh Wilayah
"Iran tidak mengadakan negosiasi apa pun dengan Amerika Serikat dalam 24 hari terakhir perang yang dipaksakan," kata Baghaei.
Dilansir dari CNNIndonesia, Selasa, 24 Maret 2026, Baghaei menambahkan bahwa dalam beberapa hari terakhir Iran memang menerima pesan dari AS melalui negara-negara perantara yang dianggap "bersahabat". Pesan itu berisi permintaan untuk membuka negosiasi guna mengakhiri perang.
Namun, ia menegaskan Iran merespons sesuai prinsip yang dipegang negara tersebut, termasuk memberikan peringatan keras terkait potensi serangan terhadap infrastruktur vital.
"Iran memperingatkan akan adanya konsekuensi serius jika infrastruktur penting kami diserang," ujarnya.
Ia juga menegaskan setiap serangan terhadap fasilitas energi Iran akan dibalas.
"Tindakan apa pun terhadap infrastruktur energi Iran akan direspons secara tegas, segera, dan efektif oleh angkatan bersenjata Iran," kata Baghaei.
Selain itu, Iran menegaskan sikapnya terkait Selat Hormuz serta syarat penghentian perang tidak berubah.