
UPdates - Teheran mengancam akan kembali menutup Selat Hormuz jika Amerika Serikat (AS) tetap memblokade pelabuhan Iran.
You may also like :
Jelang Lengser, Presiden AS Joe Biden Ampuni Putranya di Kasus Pajak dan Senjata Api
Pada Jumat, 17 April 2026, melalui Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi, sebelumnya Teheran telah mengumumkan bahwa Selat Hormuz dibuka sepenuhnya selama gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang juga dimulai pada 17 April.
You might be interested :
Dituding akan Gunakan Nuklir untuk Menyerang Iran, Trump Bilang Begini
"Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka bagi semua kapal komersial selama sisa periode gencatan senjata," kata Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi.
Sebelumnya, pada Senin, 13 April 2026, AS memblokade laut Iran dengan menghentikan kapal-kapal dari dan ke pelabuhan Iran.
Blokade itu dilakukan sebagai respons mandeknya perundingan damai kedua negara di Pakistan, pada 11 April lalu.
Menurut AS, blokade ini untuk menekan Iran agar kembali ke meja perundingan.
Blokade ini melibatkan lebih dari 15 kapal perang AS untuk menjaga jalur. Selain lebih dari 15 kapal perang, juga kapal serbu amfibi USS Tripoli yang mengoperasikan jet tempur siluman F-35B Lightning II dan MV-22 Osprey. Kapal-kapal itu dikerahkan ke dekat pelabuhan dan daerah pesisir Iran.