
UPdates—Pelaksanaan ibadah haji 2026 secara resmi dimulai, Selasa, 21 April besok. Jemaah kloter pertama akan masuk asrama dan berangkat ke Madinah pada Rabu, 22 April 2026.
You may also like :
Biaya Haji 2026 per Embarkasi: Surabaya Tertinggi, Aceh Paling Rendah
Jemaah kloter pertama yang akan berangkat perdana termasuk dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) dan Embarkasi Makassar (UPG), yang berbasis di Asrama Haji Sudiang, Makassar.
You might be interested :
Jamaah Umrah Juga akan Masuk Asrama Haji, Kemenhaj Dikritik Pedas
Kloter pertama Embarkasi Makassar (UPG-01) diisi jemaah asal Kabupaten Soppeng dan sebagian dari Makassar.
Saat ini, semua persiapan untuk pemberangkatan dan penerimaan Jemaah di Arab Saudi sudah dilakukan Kementerian Haji dan Umrah.
Pada akhir pekan, tenaga pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang turut menjadi garda terdepan dalam memastikan kelancaran pelayanan jemaah haji Indonesia, khususnya di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara melakukan persiapan terakhir.
Sebanyak 423 tenaga pendukung yang terdiri dari petugas mukimin dan mahasiswa mengikuti bimbingan teknis (bimtek) sebagai bagian dari pemantapan tugas.
Mereka dipersiapkan untuk membantu berbagai aspek layanan, mulai dari penyambutan jemaah di bandara, pendampingan di sektor, hingga pelayanan langsung kepada jemaah, termasuk lansia.
Kepala Kanselerai Konsulat Jenderal RI - Jeddah, Soeharyo Tri Sasongko, menegaskan bahwa keberadaan tenaga pendukung sangat vital dalam mendukung kinerja PPIH secara keseluruhan.
“Tenaga pendukung ini menjadi ujung tombak di lapangan. Mereka langsung bersentuhan dengan jemaah, sehingga dituntut sigap, ramah, dan profesional dalam memberikan pelayanan,” ujarnya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website resmi Kementerian Haji dan Umrah, Senin, 20 April 2026.
Ia menjelaskan, tenaga pendukung disebar ke dua Daker utama, yakni Bandara dan Madinah, serta ditempatkan di titik-titik strategis yang membutuhkan bantuan langsung kepada jemaah.
Selain itu, para tenaga pendukung juga dibekali pemahaman terkait prosedur layanan terbaru, termasuk koordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan dukungan terhadap implementasi layanan Makkah Route. Pembekalan ini penting agar pelayanan semakin efektif dan terintegrasi.
Sejalan dengan arahan Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan, seluruh tenaga pendukung diharapkan mampu meningkatkan sinergi dan kreativitas dalam memberikan pelayanan prima kepada jemaah.
Dengan kesiapan tersebut, tenaga pendukung PPIH Arab Saudi optimistis dapat memberikan kontribusi maksimal dalam melayani tamu Allah, khususnya pada momentum kedatangan kloter pertama 22 April di Madinah.
Berikut rangkaian jadwal resmi tahapan keberangkatan, puncak haji, dan kepulangan jemaah Indonesia tahun 1447 H/2026 M.
21 April 2026: Jemaah haji masuk asrama haji.
22 April–6 Mei 2026: Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang 1 dari Tanah Air ke Madinah.
7–21 Mei 2026: Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang 2 dari Tanah Air ke Jeddah.
21 Mei 2026: Closing date keberangkatan (pukul 24.00 WAS).
26 Mei 2026: Wukuf di Arafah.
27–29 Mei 2026: Hari Tasyrik (Nafar Awal, Nafar Tsani).
27 Mei 2026: Iduladha 1447 H.
1–15 Juni 2026: Pemulangan Jemaah Gelombang 1 ke Tanah Air.
16 Juni–1 Juli 2026: Pemulangan Jemaah Gelombang 2 ke Tanah Air.