Poster Hari Lahir Pancasila yang sudah diperbaiki BRIN (Foto: X BRIN Indonesia)

BRIN Minta Maaf Jumlah Bulu di Poster Garuda Pancasila Unggahannya Keliru

1 June 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meminta maaf atas kesalahan pada poster peringatan Hari Lahir Pancasila yang menampilkan burung garuda dengan jumlah bulu yang tidak tepat.
  • Kesalahan tersebut terletak pada jumlah bulu sayap dan ekor garuda, yang seharusnya memiliki 17 helai bulu pada masing-masing sayap dan 8 helai bulu pada ekor.
  • Jumlah bulu pada lambang negara Garuda Pancasila memiliki makna yang mendalam, yaitu merepresentasikan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
  • Kesalahan pada detail lambang negara tersebut memicu gelombang kritik pedas dari netizen dan membuat BRIN akhirnya meminta maaf.
  • BRIN berjanji untuk lebih teliti dan cermat dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang.
  • Sebagai bentuk tanggung jawab, BRIN telah memperbaiki konten yang salah dan mengucapkan terima kasih atas perhatian dan masukan dari masyarakat.
  • Konten yang diperbaiki tersebut merupakan upaya BRIN untuk memperbaiki kesalahan dan meningkatkan kualitas dalam penyajian informasi.
atau

UPdates—Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan permohonan maaf kepada publik setelah kesalahan fatal pada desain poster peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2026.

You may also like : cosmos nasaTerjebak 53 Tahun di Luar Angkasa, Kosmos 482 Soviet Dilaporkan Jatuh di Dekat Jakarta

Dalam tangkapan layar unggahan akun resmi X @brin_indonesia yang beredar luas, poster ucapan tersebut menampilkan burung garuda yang diduga merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

You might be interested : ilustrasi pemantauan hilalIdulfitri 2026 Hampir Pasti Berbeda, Ini Imbauan MUI

Namun, ada kesalahan yang terlihat pada jumlah bulu. Pada sayap bagian kanan hanya terdapat 16 helai bulu, sayap kiri 15 helai, dan bagian ekor di bawah tulisan Bhinneka Tunggal Ika hanya berjumlah 7 helai.

Padahal, rincian yang benar adalah 17 helai bulu pada masing-masing sayap, 8 helai bulu pada ekor, 19 helai bulu di bawah perisai atau pangkal ekor, dan 45 helai bulu di bagian leher.

Jumlah bulu tersebut merepresentasikan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Sebagai lembaga riset, BRIN langsung jadi bulan-bulanan netizen. Kesalahan pada detail lambang negara Garuda Pancasila tersebut memicu gelombang kritik pedas dan membuat BRIN akhirnya meminta maaf.

“BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan,” demikian permintaan maaf BRIN sebagaimana dipantau Keidenesia.tv dari akun X mereka, Senin, 1 Juni 2026.

“Hal ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang,” lanjutnya.

Setelah mengetahui terjadi kesalahan, BRIN langsung melakukan perbaikan. “Sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi internal, konten tersebut telah kami perbaiki,” jelas BRIN.

Di akhir pernyataan, BRIN berterima kasih ke publik. “Kami menghaturkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kontrol dari seluruh lapisan masyarakat kepada BRIN,” ucap BRIN.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Hiram Johnson

“Korban pertama ketika perang datang adalah kebenaran”
Load More >