
UPdates—Chant atau nyanyian anti-Muslim dalam laga persahabatan Spanyol versus Mesir di Stadion RCDE, Barcelona, Rabu, 1 April 2026 hari ini menjadi sorotan dunia.
You may also like :
Barcelona 3-3 Inter, Flick Yakin Menang di Milan, Inzaghi: Mereka akan Menghadapi Tim Hebat
Nyanyian suporter bernuansa xenofobia selama pertandingan tersebut dinilai mengandung unsur diskriminasi.
You might be interested :
Mohamed Salah Gabung Messi di Inter Miami atau Ronaldo di Al-Nassr?
Menanggapi insiden tersebut, Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) mengecam keras tindakan suporter yang dianggap melanggar nilai sportivitas.
Dalam pernyataannya, RFEF menegaskan komitmen mereka untuk menolak segala bentuk rasisme dalam sepak bola serta mengutuk tindakan diskriminatif di dalam stadion.
Selain RFEF, kritik dan kecaman keras juga dilontarkan bintang Spanyol, Lamine Yamal. Sebagai seorang Muslim, superstar muda Barcelona itu menganggap kejadian tersebut menunjukkan kurangnya rasa hormat dan sesuatu yang tidak dapat ditoleransi.
“Saya Muslim, Alhamdulillah. Kemarin di stadion, terdengar nyanyian “orang yang tidak mencemooh adalah Muslim”. Saya tahu itu ditujukan kepada tim lawan dan bukan sesuatu yang ditujukan kepada saya — tetapi sebagai seorang Muslim, itu tetap merupakan kurangnya rasa hormat dan sesuatu yang tidak dapat ditoleransi,” tegas Yamal dalam pernyataan yang dibagikan pakar transfer, Fabrizio Romano di akun X-nya sebagaimana dipantau Keidenesia.tv.
Lamine Yamal mengatakan, dirinya mengerti bahwa tidak semua penggemar seperti itu. “Tetapi kepada mereka yang menyanyikan hal-hal ini: menggunakan agama sebagai lelucon di stadion membuat Anda terlihat seperti orang yang bodoh dan rasis,” kecamnya.
Menurutnya, sepak bola adalah hiburan. “Sepak bola adalah untuk dinikmati dan disorak-sorai, bukan untuk tidak menghormati orang karena siapa mereka atau apa yang mereka yakini,” katanya.
“Meskipun begitu, terima kasih kepada orang-orang yang datang untuk menyemangati kami, sampai jumpa di Piala Dunia,” tandasnya.