Jeffrey Epstein (Foto: Stephanie Keith/Getty Images)

Daftar Nama-Nama Besar di Dokumen Jeffrey Epstein yang Hebohkan Dunia

4 February 2026
Font +
Font -

UPdates—Jutaan berkas baru terkait mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein dirilis Departemen Kehakiman AS pada 30 Januari 2026. Tiga juta halaman, 180.000 gambar, dan 2.000 video dipublikasikan.

You may also like : yakuza bosBos Yakuza Jepang Mengaku Bersalah Jual Bahan Nuklir dan Heroin dengan Imbalan Rudal untuk Perang Myanmar

Berkas-berkas tersebut mencakup detail tentang masa Jeffrey Epstein di penjara - termasuk laporan psikologis - dan kematiannya saat dipenjara, bersama dengan catatan investigasi tentang Ghislaine Maxwell, rekan Epstein yang dihukum karena membantunya memperdagangkan gadis di bawah umur.

You might be interested : vinnik afpAmerika Bebaskan Penjahat Dunia Maya Rusia, Ditukar dengan Guru Sekolah

Dokumen-dokumen tersebut mengungkap  hubungan Epstein dengan banyak tokoh terkemuka yang berkiprah di bidang politik, keuangan, akademisi, dan bisnis.

Epstein kembali ditangkap pada 2019 atas dakwaan federal perdagangan seks anak di bawah umur. Ia dilaporkan bunuh diri pada tahun yang sama di sel penjara Manhattan, AS.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) memperingatkan bahwa materi yang dirilis dapat mencakup gambar palsu, tuduhan yang tidak benar, serta materi pornografi.

Pejabat nomor dua Departemen Kehakiman, Todd Blanche, juga mengatakan bahwa materi tersebut tidak dapat dianggap sebagai bukti adanya aktivitas kejahatan seksual oleh orang-orang yang disebutkan di dalam dokumen.

Berikut sejumlah tokoh terkenal yang disebut memiliki kaitan dengan Epstein berdasarkan dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman sebagaimana dihimpun Keidenesia.tv, Rabu, 4 Februari 2026:

Donald Trump

Presiden Amerika Serikat ini diketahui sering bersosialisasi dengan Epstein pada 1990-an hingga awal 2000-an.

Dokumen Departemen Kehakiman AS memuat foto Trump bersama beberapa perempuan dengan wajah disamarkan, serta sebuah catatan sugestif yang ditujukan kepada Epstein, dibingkai gambar siluet perempuan telanjang dan tampak memiliki tanda tangan Trump.

Bukti dan kesaksian dalam persidangan 2021 terhadap rekan Epstein, Ghislaine Maxwell, menyebutkan Trump beberapa kali bepergian menggunakan pesawat Epstein.

Dalam sebuah email, Epstein menulis bahwa Trump "tahu soal gadis-gadis itu,” meski tidak merinci maksud pernyataan tersebut.

Trump membantah mengetahui kejahatan Epstein dan mengatakan ia memutus hubungan pada awal 2000-an, sebelum kesepakatan pengakuan bersalah Epstein. Ia juga membantah pernah terbang dengan pesawat Epstein dan menyebut catatan sugestif itu palsu.

Bill Clinton

Mantan Presiden AS, Bill Clinton diketahui bersosialisasi dengan Epstein dan beberapa kali terbang menggunakan pesawatnya pada awal 2000-an, setelah Clinton lengser dari jabatannya.

Clinton dalam foto-foto yang dirilis tampak berenang dan berpose dengan sejumlah perempuan yang wajahnya disamarkan. Clinton membantah melakukan kesalahan dan mengatakan menyesali hubungannya dengan Epstein di masa lalu.

Andrew Mountbatten-Windsor

Mantan Pangeran Andrew, Duke of York, memiliki hubungan sosial dengan Epstein dan beberapa waktu lalu kehilangan gelar kerajaannya akibat hubungan tersebut.

Berkas Departemen Kehakiman memuat beberapa foto dirinya bersama perempuan, termasuk satu foto saat ia berlutut di atas seorang perempuan dan foto lain yang menunjukkan dirinya berbaring di pangkuan beberapa perempuan.

Mountbatten-Windsor secara konsisten membantah melakukan pelanggaran dan mengatakan menyesali persahabatannya dengan Epstein kendati mengklaim tidak pernah menyaksikan kejahatan seksual apa pun.

Departemen Kehakiman AS pernah meminta kerja samanya dalam beberapa penyelidikan pidana, tapi ia menolak. Pada 2022, ia menyelesaikan gugatan dari salah satu korban Epstein dengan pembayaran yang tidak diungkap ke publik, tanpa mengakui kesalahan.

Elon Musk

CEO Tesla Elon Musk pada 2012 sempat menanyakan kepada Epstein tentang pesta yang direncanakan di pulau miliknya, namun tampaknya memutuskan tidak datang.

Epstein membalas bahwa "rasio di pulau saya” mungkin akan membuat pendamping perempuan Musk tidak nyaman, tanpa penjelasan lebih lanjut.

Orang terkaya dunia itu mengundang Epstein beberapa hari kemudian untuk minum bersama di pulau lain, tapi tidak jelas apakah pertemuan itu terjadi.

Pada Sabtu, 31 Januari 2026 lalu, Musk mengatakan bahwa interaksinya dengan Epstein sangat terbatas dan menegaskan dirinya menolak undangan berulang kali untuk mengunjungi pulau Epstein atau terbang dengan pesawatnya.

Bill Gates

Pendiri Microsoft tersebut beberapa kali bertemu Epstein setelah keluar dari penjara untuk membahas pengembangan kegiatan filantropinya.

Dokumen menyertakan foto Gates berpose dengan perempuan-perempuan yang wajahnya disamarkan.

Gates mengatakan hubungan itu terbatas pada pembahasan filantropi dan mengakui bahwa bertemu dengan Epstein adalah sebuah kesalahan.

Ehud Barak

Mantan Perdana Menteri Israel ini diketahui menjalin kontak rutin dengan Epstein, bahkan setelah Epstein dihukum pada 2008.

Barak pernah menginap di kediaman Epstein di New York pada 2017 dan mengatur pertemuan lain melalui korespondensi.

Ia mengakui pernah naik jet pribadi Epstein dan menyatakan kunjungannya murni urusan profesional. Ia menyangkal pernah menyaksikan pesta atau perilaku yang tak pantas.

Larry Summers

Mantan Menteri Keuangan AS di era Bill Clinton sekaligus mantan Presiden Universitas Harvard ini merupakan salah satu kenalan lama Epstein yang cukup dikenal publik.

Dokumen terbaru menunjukkan banyak referensi terkait pertemuan dan makan malam antara keduanya.

Sekumpulan dokumen yang dirilis sebelumnya juga menunjukkan bahwa Summers mengirim email kepada Epstein pada 2019 setelah didakwa atas pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Dalam email itu, Summers membahas interaksinya dengan seorang perempuan dan menulis bahwa ia mengatakan kepada perempuan itu, "kamu itu genit." Epstein membalas, "reaksimu bagus."

Summers kemudian menyebut interaksinya dengan Epstein sebagai "kesalahan besar dalam penilaian."

Jes Staley

Mantan eksekutif JPMorgan dan Barclays ini tercatat sebagai peserta dalam pertemuan yang diselenggarakan Epstein.

Ia bertukar sekitar 1.200 email dengan Epstein antara 2008 dan 2012, sebagian di antaranya membahas karakter Disney dan menyertakan foto perempuan muda.

Staley membantah mengetahui aktivitas kriminal Epstein. Ia dilarang berkarier di industri keuangan Inggris dan digugat oleh JPMorgan, yang menuduhnya menyembunyikan informasi terkait pelanggaran Epstein.

Howard Lutnick

Pejabat tinggi yang juga disebut sebagai Menteri Perdagangan AS di era Trump ini diketahui pernah mengunjungi pulau Epstein di Little St. James bersama keluarganya.

Catatan menunjukkan ia menerima undangan pada 2012 dan datang menggunakan kapal pesiar bersama istri dan anak-anak.

Keterangan tersebut bertentangan dengan klaim sebelumnya bahwa ia sudah lama memutus hubungan dengan Epstein.

Departemen Perdagangan menyatakan interaksinya dengan Epstein sangat terbatas dan selalu disertai istri.

Sergey Brin

Pendiri Google ini sempat direncanakan akan bertemu Epstein dan Maxwell pada 2003. Dalam salah satu email, Maxwell mengundangnya untuk menonton pemutaran film “Down with Love”.

Beberapa minggu kemudian, Maxwell mengajak Brin makan malam santai di rumah Epstein. Brin merespons dengan menawarkan membawa CEO Google saat itu, Eric Schmidt. Tidak ada catatan bahwa pertemuan tersebut benar-benar terjadi.

Jeff Bezos

Nama pendiri Amazon ini muncul dalam sebuah email bertanggal Oktober 2009 dari Peggy Siegal kepada Epstein.

Siegal menyebut bahwa Jeff Bezos hadir dalam sebuah pesta privat (after-party) yang diadakan di rumah Ghislaine Maxwell.

Dokumen tidak menyiratkan keterlibatan pidana apa pun, dan nama Bezos hanya muncul sebagai bagian dari catatan interaksi sosial yang bersifat umum dan tidak mengindikasikan adanya hubungan pribadi atau bisnis langsung dengan Epstein.

Steve Bannon

Mantan penasihat Donald Trump ini bertukar ratusan pesan dengan Epstein pada 2018 dan 2019. Mereka membahas proyek dokumenter, perjalanan, dan isu politik, termasuk tentang Federal Reserve serta permintaan Bannon menggunakan jet pribadi Epstein.

Sebagian pesan berisi obrolan ringan dan gosip politik. Bannon belum memberikan tanggapan resmi atas rilis dokumen ini.

Miroslav Lajcak

Penasihat keamanan nasional Slovakia ini mengundurkan diri setelah korespondensinya dengan Epstein terungkap.

Mantan menjabat Presiden Majelis Umum PBB itu menyatakan hubungannya dengan Epstein hanya dalam konteks diplomatik. Akan tetapi, tekanan politik dari oposisi dan partai koalisi menyebabkan ia mundur dari jabatannya.

Kathryn Ruemmler

Mantan penasihat hukum Gedung Putih era Presiden Barack Obama ini disebut dalam email Desember 2015. Dalam salah satu korespondensi, Kathryn Ruemmler menulis bahwa ia “menyukai” Epstein dan menyamakan relasi mereka seperti “memiliki kakak laki-laki tambahan.”

Pernyataan itu muncul setelah Epstein menawarkan tiket kelas satu untuk perjalanan ke Eropa.

Setelah dokumen ini terungkap, Ruemmler menyatakan penyesalan karena pernah menjalin kedekatan dengan Epstein dan menegaskan bahwa ia tidak mengetahui kejahatan yang dilakukan Epstein.

Dr. Mehmet Oz

Pada tahun 2004, Epstein tercatat pernah membiayai perjalanan Dr. Mehmet Oz melalui agen perjalanan.

Nilai tagihan yang dibayar tercatat sebesar US$1.592 atau sekitar Rp26,7 juta.

Dokumen lain mengungkap Epstein menerima undangan ke acara pada 2014 di mana Dr. Oz menjadi pembicara. Namun, Epstein menulis bahwa ia tidak bisa hadir.

Juga ada satu email dari Dr. Oz yang dikirim pada 2016, namun isi lengkap email tersebut telah disunting dan tidak diketahui secara publik.

Melania Trump

Dokumen tersebut memuat email tahun 2002 dari Melania Trump, istri Donald Trump, kepada Ghislaine Maxwell terkait artikel majalah tentang Epste in. Dalam email tersebut, Melania Trump menulis, "Kamu terlihat hebat.”

Sarah Ferguson

Mantan istri Pangeran Andrew, Sarah Ferguson, juga disebut dalam email kepada Epstein pada 2011. Itu terjadi dua bulan setelah ia secara terbuka meminta maaf karena membiarkan Epstein membayar sebagian utangnya.

Dalam email tersebut, Ferguson meminta saran Epstein tentang bagaimana menjawab pertanyaan publik saat tampil di acara Oprah Winfrey.

“Saya hanya ingin memastikan Anda tahu tentang hal ini dan meminta nasihat Anda,” tulis Ferguson.

Epstein membalas dengan menyebut dirinya “dideskripsikan tidak adil sebagai pedofil oleh media tabloid.”

Kevin Warsh

Kevin Warsh, calon pilihan Trump untuk memimpin Federal Reserve, muncul dalam sebuah email dari seorang humas kepada Epstein yang mencantumkan daftar 43 orang, termasuk selebritas seperti Martha Stewart, yang akan menghadiri acara Natal pada 2010.

Tidak jelas apakah Warsh mengenal Epstein atau mengapa email tersebut dikirim kepadanya.

Richard Branson

Pendiri Virgin Group ini beberapa kali bertukar email dengan Epstein. Pada 2013, ia bahkan mengundang Epstein ke pulau pribadinya dan sempat bercanda soal “bawa haremmu.”

Branson dalam email lain menyarankan Epstein untuk merehabilitasi citranya dengan bantuan Bill Gates.

Pihak perusahaan menyatakan interaksi tersebut terjadi dalam konteks grup atau urusan bisnis lebih dari satu dekade lalu dan memutus kontak setelah mengetahui tuduhan serius terhadap Epstein.

Steven Tisch

Pemilik New York Giants ini disebut lebih dari 400 kali. Dalam salah satu email tahun 2013, Epstein menyebut seorang perempuan Ukraina dan memuji kecantikannya.

Tisch kemudian menjawab email itu, “Profesional atau warga sipil?”

Tisch mengakui pernah mengenal Epstein, tetapi menegaskan interaksinya terbatas pada diskusi soal perempuan dewasa, film, dan filantropi. Ia menyebut Epstein sebagai “orang mengerikan” yang sangat disesalinya.

Casey Wasserman

Ketua panitia Olimpiade Los Angeles 2028 ini diketahui bertukar email bernada genit dengan Ghislaine Maxwell pada 2003.

Dalam salah satu email, Wasserman menulis, “Saya selalu memikirkanmu. Apa yang harus saya lakukan agar bisa melihatmu pakai pakaian kulit ketat?”

Ia kemudian menyatakan penyesalan dan menegaskan tidak pernah memiliki hubungan pribadi maupun bisnis dengan Epstein.

Maxwell kini menjalani hukuman 20 tahun penjara atas perdagangan seks.

Jokowi dan Sri Mulyani

Joko Widodo (Jokowi) dan Sri Mulyani ternyata juga muncul di dokumen Epstein.

Jokowi dan Sri Mulyani disebut pada Epstein Files disinyalir terkait konteks 'pantauan' perencanaan investasi.

Eks Presiden RI dan mantan Menkeu tersebut ada pada file dengan nama "JP Morgan 'Global Asset Allocation'" tanggal 25 Juli 2014.

Dalam dokumen turut disebutkan detail FOMC, US Bond, hingga perkiraan (Forecast) mengenai saham apakah Bearish atau Bullish.

"Di pasar negara berkembang, peristiwa politik penting adalah pemilihan presiden di Indonesia. Minggu ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan Widodo sebagai pemenang dengan selisih suara yang cukup besar. Meskipun calon presiden Prabowo kemungkinan akan menggugat hasil ini, para ahli strategi kami menolak intervensi konstitusional apa pun (ASEAN Equity Strategy, A. Srinath dkk., 13 Juli). Kami tetap optimistis terhadap prospek peningkatan tata kelola pemerintahan dan reformasi struktural yang seharusnya memberikan dorongan siklus bagi pasar saham Indonesia setelah pemerintah terbentuk (lihat Indonesia, Sin Beng Ong, 22 Juli)," demikian bunyi dokumen Epstein.

Selain Jokowi, Sri Mulyani, dan Prabowo (disebut satu kali pada EFTA01978403), tokoh Tanah Air lainnya juga disebut seperti Hary Tanoesoedibjo, serta Eka Tjipta Widjaja.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

ga warren buffett 20210203 0001

Warren Buffett

"Kejujuran adalah hadiah yang sangat mahal. Jangan berharap dari orang-orang murahan."
Load More >