Dede Yusuf (Foto: DPR RI)

Dede Yusuf Minta Gaji PPPK Daerah Dialihkan ke APBN

23 June 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Anggota Badan Anggaran DPR RI, Dede Yusuf, mendorong agar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan PPPK paruh waktu dibiayai sepenuhnya oleh APBN pusat.
  • Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk menyelamatkan postur anggaran daerah yang semakin tertekan.
  • Dede Yusuf menjelaskan bahwa kebijakan penarikan beban gaji tersebut tidak terlalu masif jika dibandingkan dengan kapasitas APBN pusat saat ini.
  • Pemerintah pusat dinilai sudah memegang kendali atas banyak instrumen pembiayaan yang awalnya bersumber dari daerah, sehingga diharapkan dapat menanggung beban gaji PPPK.
  • Dede Yusuf juga mengingatkan komitmen awal pembukaan formasi P3K, khususnya bagi para guru dan tenaga kependidikan, yang awalnya diwacanakan akan ditanggung penuh oleh anggaran pusat.
  • Melalui forum Panja TKD, pihaknya meminta komitmen tim pemerintah untuk membuka ruang kebijakan baru agar alokasi belanja pegawai tidak terus-menerus mengorbankan program pembangunan masyarakat di daerah.
  • Dede Yusuf berharap pemerintah dapat meningkatkan atau menambah transfer keuangan daerah, khususnya bagi daerah-daerah yang tidak sanggup.
atau

UPdates—Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Dede Yusuf mendorong agar pembiayaan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) serta PPPK paruh waktu ditarik sepenuhnya menjadi dukungan APBN pusat.

You may also like : dede yusuf dprMuncul Wacana Pilkada 2031, Kepala Daerah yang Baru Dilantik Menjabat 7 Tahun?

Menurutnya, langkah ini bisa menjadi solusi konkret untuk menyelamatkan postur anggaran daerah yang kian tertekan.

You might be interested : pns infoIni Rincian Gaji serta Tunjangan PNS dan PPPK di 2025

Hal ini disampaikan Dede Yusuf dalam agenda Rapat Panja Kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) RAPBN TA 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026.

“Oleh karena itu, kami berharap dalam Panja TKD ini, gaji P3K dan P3K paruh waktu ini bisa ditarik menjadi dukungan APBN,” ujarnya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website resmi DPR RI.

Mantan aktor itu menjelaskan, kebijakan penarikan beban gaji tersebut sebenarnya tidak terlalu masif jika dibandingkan dengan kapasitas APBN pusat saat ini.

Di sisi lain, pemerintah pusat dinilai sudah memegang kendali atas banyak instrumen pembiayaan yang awalnya bersumber dari daerah.

“Sebetulnya tidak terlalu besar, hanya sekian belas triliun. Bagi APBN tentunya ini cukup bisa untuk melaksanakannya, karena sudah cukup banyak pembiayaan daerah seperti bagi hasil dan lain-lain itu sekarang sudah dikelola oleh pusat,” ujarnya.

Selain beban fiskal, Politisi Fraksi Partai Demokrat ini juga mengingatkan komitmen awal pembukaan formasi P3K, khususnya bagi para guru dan tenaga kependidikan yang awalnya diwacanakan akan ditanggung penuh oleh anggaran pusat.

“Karena dulu juga kita membukanya, saya masih ingat di sini ada Ibu Sekjen Kemendikbud, kita mendorong guru dan tenaga pendidikan itu untuk mendapatkan gaji sebetulnya dari pusat. Namun dalam pelaksanaannya di tengah jalan, dilarikan kembali ke daerah,” ungkap Dede Yusuf.

Melalui forum Panja TKD ini, pihaknya meminta komitmen tim pemerintah untuk membuka ruang kebijakan baru agar alokasi belanja pegawai tidak terus-menerus mengorbankan program pembangunan masyarakat di daerah.

“Mudah-mudahan ini bisa didengar oleh Pemerintah dan bisa meningkatkan atau menambah transfer keuangan daerah, khususon bagi daerah-daerah yang memang tidak sanggup,” pungkasnya.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Sam Levenson

"Jangan melihat jam; lakukan apa yang dilakukannya. Teruslah melangkah!"
Load More >