
UPdates—Sebuah unit kontra-terorisme elite telah dikerahkan untuk melindungi Pemimpin Tertinggi Iran yang baru diangkat, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menyusul pembunuhan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.
You may also like :
Iron Dome yang Super Canggih "KO", Israel Kerahkan Sistem Pertahanan Udara "Barak" Baru
Menurut laporan Fox News Digital, pasukan tersebut, yang dikenal sebagai NOPO — Pasukan Khusus Kontra-Terorisme Iran yang berpakaian hitam — ditugaskan untuk menjaga pemimpin tersebut setelah serangan AS-Israel terhadap sebuah kompleks di Teheran pada 28 Februari yang menewaskan Ali Khamenei di tengah dimulainya Operasi Epic Fury.
You might be interested :
Israel Siapkan Operasi "Neraka" di Gaza
“Dengan meninggalnya Khamenei, NOPO sekarang akan melindungi Mojtaba Khamenei,” kata Ali Safavi, seorang pejabat dari Komite Urusan Luar Negeri Dewan Nasional Perlawanan Iran (NCRI) yang berbasis di Paris sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari WFIN, Rabu, 11 Maret 2026.
Pasukan tersebut, yang dibentuk pada tahun 1991, awalnya merupakan "inti" dari Divisi Ruhollah ke-28 (nama depan Khomeini) IRGC, menurut Safavi, dan biasanya menangani operasi penyelamatan sandera.
Sejarah unit ini juga mencakup pengerahan pasukan untuk melawan ancaman keamanan internal, dan seringkali diminta untuk menekan protes.
Majelis Pakar Iran memilih Mojtaba Khamenei pada 8 Maret 2026, mengangkatnya sebagai Pemimpin Tertinggi ketiga Republik Islam.
Pengangkatannya terjadi di tengah perang yang sedang berlangsung dengan AS dan Israel, tetapi sejauh ini, Mojtaba Khamenei belum terdengar kabarnya sejak awal konflik.
Menurut The Times of Israel, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Mojtaba Khamenei sempat terluka dalam perang tersebut, dengan laporan yang belum dikonfirmasi.
“NOPO adalah akronim Farsi untuk Nirouyeh Vijeh Pasdaran Velayat, yang diterjemahkan menjadi Pasukan Khusus untuk Melindungi Pemimpin Tertinggi,” jelas Safavi lebih lanjut.
Seiring waktu, NOPO telah berkembang menjadi unit yang sangat khusus dan berbeda dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang lebih luas, cabang militer yang didirikan pada tahun 1979 untuk membela Republik Islam dan kepemimpinannya dari ancaman internal dan eksternal.
“NOPO hanya terdiri dari enam brigade. Empat ditempatkan di Teheran, satu di Mashhad, dan satu di Isfahan,” kata Safavi.
Loyalitas brigade tersebut sepenuhnya kepada Pemimpin Tertinggi. “Mereka jauh lebih mematikan, kejam, dan terlatih daripada IRGC,” klaimnya.
“Pasukan ini hanya digunakan untuk melindungi Khamenei. Mereka sangat lengkap peralatannya. Khamenei tidak mempercayai pasukan keamanan lain untuk perlindungannya,” lanjut Safavi.
Safavi juga mengatakan beberapa anggota unit tersebut tewas dalam pembunuhan Ali Khamenei, tetapi pasukan tersebut tetap beroperasi penuh.
Aktivitas pasukan elite ini meluas melampaui perlindungan pribadi di masa krisis. Termasuk terlibat dalam mengatasi para demonstran Januari lalu.
Sebelumnya, Israel menyatakan akan membunuh setiap Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Sementara AS dilaporkan juga mengincar Mojtaba Khamenei yang tidak disukai Donald Trump.