Rektor UIM Prof. Dr. H. Muammar Bakry (Foto: YouTube MUI Sulsel)

Dosen yang Ludahi Kasir Swalayan di Makassar Dipecat UIM

29 December 2025
Font +
Font -

UPdates—Dosen pembantu di Universitas Islam Makassar (UIM), Dr. Ir. H. Amal Said, M.Si dipecat akibat meludahi kasir swalayan bernama Ningsih.

Rektor UIM Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag. mengumumkan langsung pemecatan Amal Said dalam konferensi pers di kampus UIM, Senin, 29 Desember 2025.

"Memberhentikan yang bersangkutan sebagai dosen UIM dan dikembalikan ke LLDikti Wilayah IX sebagai dosen negeri," kata Muammar Bakry sebagaimana dilansir Keidenesia.tv.

Muammar Bakry menjelaskan, ulah oknum dosen ASN LLDikti Wilayah IX yang diperbantukan di UIM Al Gazali itu melanggar kode etik.

Pihak kampus menegaskan tindakan yang dilakukan dosen Pertanian itu sangat tidak etis, bertentangan dengan nilai-nilai akhlak, serta melanggar etika dan norma kemanusiaan.

"Sebagai institusi pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama yang rahmatan lil alamin, kemanusiaan, dan kearifan lokal, UIM telah mengambil langkah tegas," ujarnya soal keputusan pemberhentian itu.

Pemberhentian Amal Said diputuskan setelah Komisi Disiplin UIM melakukan pemeriksaan dan yang bersangkutan dinyatakan melanggar kode etik dan peraturan kepegawaian yang berlaku di lingkungan kampus.

“Apapun alasan dan tindakan yang mendahuluinya, tindakan tersebut dianggap sebagai tindakan yang jauh dari nilai-nilai akhlak, yang sangat tidak etis,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Prof Muammar juga menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan berharap peristiwa ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak, khususnya oknum dosen yang bersangkutan.

"Kami mewakili Universitas Islam Makassar menyampaikan permohonan maaf kepada korban pelecehan yang tentu jauh dari nilai-nilai kemanusiaan dari tindakan oknum dosen tersebut," katanya.

Amal Said meludahi Ningsih di salah satu swalayan di Jalan Perintis Kemerdekaan pada Rabu, 24 Desember 2025 sekitar pukul 11.30 WITA. Menurut Ningsih, pelaku yang membawa keranjang belanjaan tiba-tiba menyela antrean di depan kasir.

Saat ditegur, pria paruh baya itu emosi dan sempat melemparkan keranjangnya. Ketika diberi penjelasan, ia justru semakin kasar dan menyebut Ningsih kurang ajar.

Ningsih mengaku sempat meminta maaf saat diancam akan diadukan ke atasannya. Namun, setelah itu ia kemudian diludahi di bagian wajah.

Kepada awak media, Amal Said menyampaikan kronologi berbeda. Ia menegaskan dirinya tidak menyerobot antrean.

Menurutnya, ia hanya keluar dari antrean dan pindah ke bagian kasir yang sudah kosong yang bagi dia bukanlah kesalahan.

Makanya, ia emosi ketika staf swalayan itu mempertanyakan alasannya tidak ikut antre di barisan sebelumnya dan akhirnya meludahi Ningsih.

Amal Said menyebut aksi itu spontan dilakukan karena merasa tidak diperlakukan dengan baik. Ia mengakui tindakan itu tidak benar, namun menurutnya itu reaksi manusiawi saat jengkel.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya tidak meludahi wajah Ningsih melainkan hanya ke bagian perut.

Kejadian ini viral di media sosial. Ningsih sudah melaporkan kasus itu ke polisi dan Polsek Tamalanrea telah memanggil Amal Said untuk dimintai keterangan pada Selasa, 30 Desember 2025 besok.

Kapolsek Tamalanrea, Kompol Muhammad Yusuf menyebut sang dosen dilaporkan atas dugaan penghinaan dan melanggar Pasal 315 KUHP dengan ancaman pidana penjara 4 bulan 2 minggu.

Amal Said sebelumnya berharap perbuatannya tidak diproses secara hukum dan diselesaikan secara kekeluargaan.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

mustofa bisri

Achmad Mustofa Bisri

"Kerendahanmu tidak akan terangkat dengan merendahkan orang lain."
Load More >