
UPdates—Mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto yang belakangan disorot karena komentar-komentar pedasnya mengaku menemukan alat pelacak di mobil yang dipakainya.
You may also like :
Korban Serangan Mobil di Pasar Natal Jerman 205 Orang, 5 Tewas, Pelaku Anti-Islam
Temuan itu ia sampaikan dalam unggahan video di akun Instagramnya. Alat pelacak itu ia temukan di rangka bagian bawah mobil tersebut.
Ia mengaku pertama kali mengetahui hal itu karena muncul di notifikasi di ponselnya. Ia kemudian mencari benda itu di bagian rangka bawah mobil dan mendapati alat tersebut.
Di video yang diunggahnya, tampak Tiyo menunjukkan benda yang ditemukannya tersebut. Tiyo juga menjelaskan dalam video bahwa benda tersebut adalah alat pelacak bernama PBX Finder.
Dalam unggahan di akun Instagramnya Tiyo Ardianto menuliskan kronologi kejadian tersebut yang menurutnya diketahui setelah pulang dari Gejayan.
“Sepulang dari Gejayan, saya baru sadar ada notifikasi penting dan genting: sebuah alat pelacak yang bernama PBX Finder ditemukan bergerak bersama saya,” tulisnya sebagaimana dipantau Keidenesia.tv, Minggu, 14 Juni 2026.
Tiyo Ardianto menegaskan dirinya tidak tahu siapa yang memasang alat pelacak itu. Namun, menurutnya itu adalah sinyal bahaya bagi dirinya.
Pemuda itu menduga bahwa alat pelacak itu sengaja dipasang dimobil tersebut karena komentar-komentarnya selama ini yang banyak mengoreksi pemerintah.
“Saya tidak tahu siapa yang pasang alat pelacak itu. Tapi, yang jelas, betapa berbahayanya menjadi manusia Indonesia yang mencintai bangsanya. Kita beri ia obat untuk penyakit-penyakitnya, tapi ia justru mencoba meracuni kita,” tegasnya.
Ditegaskan Tiyo dalam video bahwa itu adalah tindakan menjijikkan. “Ini adalah kejadian yang sangat menjijikkan dan menunjukkan betapa menjijikkannya juga rezim yang sedang berkuasa. Kita yang mengkritik untuk kebaikan bangsa dengan ketulusan cinta justru dibalas dengan ancaman dan marabahaya,” tegasnya.
Meski menilai itu berbahaya, Tiyo menegaskan dirinya sama sekali tidak takut. “Mari kawan-kawan kita pastikan bahwa semakin ditekan semakin melawan. Semakin diteror semakin gacor. Semakin diintimidasi, direpresif maka semakin cepat hari-hari revolusi,” ujarnya.
Di akhir unggahannya, Tiyo Ardianto menegaskan dirinya hanya berharap perlindungan Allah swt. “Semoga Allah menjaga hamba yang percaya pada penjagaan-Nya,” tandasnya.