
UPdates - Status red alert atau siaga merah yang jarang terjadi telah dikeluarkan oleh pemerintah Inggris terkait suhu ekstrem yang diprediksi akan mencapai rekor tertinggi di bulan Juni minggu ini, seiring gelombang panas hebat yang melanda Eropa.
You may also like :
Fakta Unik Liechtenstein, Negara Mini di Eropa yang Kaya Raya
Dengan perkiraan suhu mencapai 38-40°C di beberapa wilayah Inggris dan Wales, badan prakiraan cuaca nasional Inggris mengeluarkan peringatan cuaca merah yang jarang terjadi, mencakup wilayah yang membentang dari London hingga Swansea dan dari Somerset hingga Birmingham, mulai pukul 09.00 Rabu, 24 Juni hingga pukul 21.00 Kamis, 25 Juni 2026 waktu setempat.
You might be interested :
Gelombang Panas Melanda Eropa: Suhu di Spanyol, Portugal, Italia dan Yunani Tembus 40 Derajat Celcius
Peringatan ini biasanya dikeluarkan untuk peristiwa cuaca paling parah, yang berarti gelombang panas ini diperkirakan akan membawa “dampak parah dan signifikan”, termasuk risiko kesehatan yang meluas bagi banyak orang – tidak hanya mereka yang biasanya lebih rentan terhadap panas – dan bahkan bahaya yang mengancam nyawa.
Peringatan tersebut juga mengingatkan bahwa “perubahan substansial” dalam praktik kerja dan rutinitas harian akan diperlukan, serta menandakan risiko tinggi kegagalan sistem dan peralatan yang sensitif terhadap panas, yang dapat menyebabkan pemadaman listrik dan gangguan layanan esensial lainnya, seperti air, listrik, gas, atau layanan telepon seluler, demikian disadur Keidenesia.TV dari The Guardian, Selasa, 23 Juni 2026.
Di Prancis, peringatan siaga merah gelombang panas juga telah dikeluarkan untuk lebih dari setengah departemen di negara tersebut, yang memengaruhi sekitar 39 juta orang, dan setidaknya 18 orang telah meninggal – termasuk dua anak yang ditinggalkan di dalam mobil panas – sejak akhir pekan.
Sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah barat daya dekat Toulouse Prancis, smematikan salah satu reaktornya karena air pendingin yang diambil dari sungai terdekat menjadi terlalu panas.
Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu dijadwalkan mengadakan rapat krisis pada hari Selasa waktu setempat. Lebih dari 1.350 sekolah telah ditutup akibat panas tersebut.
Sementara pada hari Senin, Italia juga mengeluarkan peringatan siaga merah gelombang panas untuk 12 kota.
Di San Sebastian, di wilayah utara Spanyol yang biasanya lebih sejuk, suhu diperkirakan akan mencapai 40°C, lebih dari dua kali lipat rata-rata historis kota tersebut untuk tanggal 22 Juni, menurut Reuters Climate Monitor.
Gelombang panas di Belgia diperkirakan akan berlangsung selama seminggu dengan suhu “terpanas yang pernah tercatat”, demikian peringatan dari kepala divisi prakiraan cuaca di lembaga meteorologi IRM.