
UPdates—Lebih 20 pendaki dilaporkan hilang setelah banjir bandang menerjang Grand Canyon di AS. Pencarian kini sedang dilakukan terhadap para pendaki tersebut.
You may also like :
Dipaksa dan Disiksa CIA, Hakim AS Tolak Pengakuan Tersangka Otak Serangan 9/11, Khalid Sheikh Mohammed
Arus banjir yang dahsyat menyapu bongkahan batu besar, merusak struktur logam, dan bahkan menghancurkan jembatan di atas Sungai Colorado.
You might be interested :
Banjir Bandang Dahsyat Terjang Nepal, 400 Turis Hilang, Dikhawatirkan Banyak yang Tewas
Derasnya aliran air mengubah lanskap secara signifikan, memperlebar dasar anak sungai dan menciptakan jeram sungai yang baru.
Pihak pengelola taman nasional menyatakan sedang mencari informasi mengenai lebih dari 20 orang yang mungkin hilang atau belum diketahui keberadaannya pascabanjir.
Mereka meminta siapa pun yang memiliki rincian tentang orang-orang yang sedang mendaki atau berkemah di area tersebut untuk menghubungi pengelola taman nasional.
Pengelola taman nasional mengatakan sedang bekerja sama dengan Departemen Keamanan Publik Arizona untuk melanjutkan evakuasi.
"Ini adalah pengingat betapa dinamis dan aktifnya lanskap Grand Canyon," kata Jack Schmidt, direktur Center for Colorado River Studies di Utah State University sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Metro, Senin, 31 Agustus 2026.
Erica Viola mengatakan dia berada di Bright Angel Campground saat hujan mulai turun pada Sabtu sore.
Dia dan sekitar 50 pendaki lainnya menyaksikan permukaan air anak sungai naik dan kemudian melihat puing-puing mulai hanyut, termasuk benda yang tampak seperti bangunan asrama.
Kelompok tersebut dievakuasi menggunakan helikopter ke tempat aman, yang mengakhiri petualangannya dua hari lebih awal.
Curah hujan sekitar 2,5 cm turun dalam waktu sekitar 30 menit di area berbatu yang memiliki perbedaan ketinggian curam tersebut, kata ahli meteorologi National Weather Service, Justin Johndrow, di Flagstaff.
"Sebagian besar air langsung mengalir pergi (tidak meresap)," kata Johndrow.
Lebih dari 60 orang dievakuasi dari Phantom Ranch, lokasi yang memiliki kantin dan asrama bersejarah serta menjadi titik umum bagi pengarung jeram untuk naik dan turun dari sungai.