Pengamat militer, Connie Rahakundini Bakrie (Foto: Tangkapan Layar/YouTube Akbar Faizal)

Heboh Pengamat Militer Connie Bakrie Ngaku Diteror, Ingatkan Prabowo Soal “No King”

3 April 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Connie Rahakundini Bakrie, seorang akademisi dan pengamat militer, mengaku diteror setiap kali ia memberikan masukan atau koreksi pada pemerintahan Prabowo Subianto.
  • Ia menuduh pelaku teror tersebut memiliki afiliasi dengan Istana dan menggunakan robot atau mesin untuk melakukan serangan.
  • Connie telah memeriksa dan mendeteksi IP serta nomor telepon pelaku, dan menemukan kaitan dengan Istana.
  • Ia mengingatkan Prabowo bahwa Indonesia adalah negara demokrasi dan bukan monarki, sehingga presiden dapat dikoreksi oleh rakyat.
  • Connie juga mengingatkan tentang potensi gerakan 'No King' di Indonesia, seperti yang terjadi di Amerika Serikat, jika pemerintahan tidak transparan.
  • Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi atau tanggapan dari pihak Istana Kepresidenan terkait klaim teror yang dilayangkan oleh Connie.
  • Connie menekankan bahwa sebagai akademisi dan guru besar, ia berhak memberikan masukan dan koreksi pada pemerintahan untuk kemajuan negara.
atau

UPdates—Akademisi sekaligus pengamat militer, Connie Rahakundini Bakrie membuat pernyataan mengejutkan. Ia mengaku diteror dan mengarahkan telunjuk ke Istana.

You may also like : prabowo setpresBukan Duit Prabowo atau Swasta, Istana: Seluruh Program MBG Didanai APBN

Menurutnya, teror itu muncul setiap kali ia memberikan masukan atau koreksi pada pemerintahan Prabowo Subianto. Dan, ia secara terbuka menuduh pelaku itu punya afiliasi dengan Istana.

You might be interested : prabowo setpresPresiden Sebut Pilkada Berjalan Damai, DPR Ungkap 4 Kejadian Menonjol

"Aku sudah cek, yang nyerang aku itu bukan buzzer, robot, udah mesin. Saya itu perhatiin, setiap aku memberi masukan untuk Bapak atau koreksi Bapak, ini kok pasukannya Bapak ini, entah Bapak tahu atau enggak, langsung nyerang saya. Udah kayak robot, rombongan,” kata Connie dalam sebuah video yang ramai dibagikan di media sosial sebagaimana dipantau Keidenesia.tv di X, Jumat, 3 April 2026.

“Saya sudah cek mereka semua, IP-nya di mana, nomor teleponnya berapa, tapi rata-rata mereka sudah pakai robot, dan afiliasinya di Istana sudah saya detek juga. Jadi pertanyaan saya cuma satu, ini beneran Bapak yang nyuruh? Beneran Pak? Serius?” tanyanya.

Ia lantas mengingatkan bahwa Prabowo bukanlah raja. Presiden kata dia boleh dikoreksi karena Indonesia negara demokrasi dan Kepala Negara dipilih oleh rakyat. Apalagi jika yang memberi masukan adalah akademisi dan guru besar.

“Jadi Pak, tolong dikoreksi kalau anak buahnya kayak gitu. Indonesia itu negara hukum, negara demokrasi, bukan raja-rajaan,” ujarnya.

Connie juga mengingatkan soal potensi gerakan “No King” seperti di Amerika Serikat. “Pak jangan sampai ada gerakan No King di Indonesia,” katanya mengingatkan.

Meski video Connie sudah beredar sejak Kamis kemarin, berdasarkan penelusuran Keidenesia.tv, sejauh ini belum ada pernyataan resmi atau tanggapan khusus dari pihak Istana Kepresidenan terkait klaim teror ini.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

russell

Bertrand Russell

"Perang tidak menentukan siapa yang benar, hanya siapa yang tersisa"
Load More >