
UPdates—Akademisi sekaligus pengamat militer, Connie Rahakundini Bakrie membuat pernyataan mengejutkan. Ia mengaku diteror dan mengarahkan telunjuk ke Istana.
You may also like :
Jurnalis Diteror Kepala Babi, Istana Malah Bilang "Dimasak Aja", Aktor Fedi Nuril: Mulut Anda adalah Mulut Presiden!
Menurutnya, teror itu muncul setiap kali ia memberikan masukan atau koreksi pada pemerintahan Prabowo Subianto. Dan, ia secara terbuka menuduh pelaku itu punya afiliasi dengan Istana.
You might be interested :
Presiden Minta Pencairan THR Minimal H-7 Lebaran, Ojol juga Dapat
"Aku sudah cek, yang nyerang aku itu bukan buzzer, robot, udah mesin. Saya itu perhatiin, setiap aku memberi masukan untuk Bapak atau koreksi Bapak, ini kok pasukannya Bapak ini, entah Bapak tahu atau enggak, langsung nyerang saya. Udah kayak robot, rombongan,” kata Connie dalam sebuah video yang ramai dibagikan di media sosial sebagaimana dipantau Keidenesia.tv di X, Jumat, 3 April 2026.
“Saya sudah cek mereka semua, IP-nya di mana, nomor teleponnya berapa, tapi rata-rata mereka sudah pakai robot, dan afiliasinya di Istana sudah saya detek juga. Jadi pertanyaan saya cuma satu, ini beneran Bapak yang nyuruh? Beneran Pak? Serius?” tanyanya.
Ia lantas mengingatkan bahwa Prabowo bukanlah raja. Presiden kata dia boleh dikoreksi karena Indonesia negara demokrasi dan Kepala Negara dipilih oleh rakyat. Apalagi jika yang memberi masukan adalah akademisi dan guru besar.
“Jadi Pak, tolong dikoreksi kalau anak buahnya kayak gitu. Indonesia itu negara hukum, negara demokrasi, bukan raja-rajaan,” ujarnya.
Connie juga mengingatkan soal potensi gerakan “No King” seperti di Amerika Serikat. “Pak jangan sampai ada gerakan No King di Indonesia,” katanya mengingatkan.
Meski video Connie sudah beredar sejak Kamis kemarin, berdasarkan penelusuran Keidenesia.tv, sejauh ini belum ada pernyataan resmi atau tanggapan khusus dari pihak Istana Kepresidenan terkait klaim teror ini.