
UPdates—Pembangunan sumur bor di daerah terdampak bencana Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh menjadi perbincangan hangat publik. Bahkan, pembahasan soal sumur ini menjadi salah satu trending topic di X.
You may also like :
“Kami Siap Capt”, Detik-Detik Menegangkan Heli BNPB Mendarat di Tepi Sungai untuk Bantu Korban Banjir Sumut
Pembicaraan soal sumur bor ini ramai lantaran biaya pembuatannya yang oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto disebut hingga Rp150 juta.
You might be interested :
Update Banjir Bali: 16 Tewas, 1 Hilang, 562 Mengungsi
Pegiat media sosial hingga wartawan pun ikut terlibat dalam diskusi dengan sebagian besar menganggap angka yang disebut Suharyanto kemungkinan terlalu mahal.
Yusuf Dumdum, salah satu pegiat media sosial dalam unggahannya yang kemudian mengundang banyak komentar mengatakan bahwa sepengetahuan dia, untuk pembuatan sumur bor, Rp8 juta sudah bagus. Ia menyebut kalau ada kendala, maka ongkosnya paling banyak hanya Rp15 juta.
“Bikin Sumur Bor di daerah kalian berapa ? Kalau setahu saya, rata2 bikin sumur Bor itu 8 juta sudah oke. Kalau pun ada kendala, mungkin 15 juta sudah lebih. Bener gak ? Nah, kalau bikin sumur bor sampai 150 juta itu model sumurnya gimana?” tanya Dumdum dalam unggahan di akun X-nya @yusuf_dumdum sebagaimana dipantau Keidenesia.tv, Jumat, 2 Januari 2026.
Sebagian besar warganet setuju bahwa harga Rp150 juta kemahalan. Sementara yang lain menganggap harga itu masih masuk akal dengan menghitung peralatan yang dibutuhkan dan ongkos kerja.
Sebelumnya, pembangunan sumur bor di daerah terdampak bencana Sumatra dibahas Presiden RI, Prabowo Subianto bersama Suharyanto dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI Jenderal Maruli Simanjuntak dalam rapat bersama dengan sejumlah menteri dan kepala lembaga usai meninjau pembangunan hunian sementara (huntara) untuk korban bencana di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis, 1 Januari 2026.
Suharyanto awalnya memaparkan soal skema sumur bor yang dilakukan Polri, TNI, dan BNPB.
"Ada beberapa skema, untuk yang dibangun Polri itu kedalaman 20-30 meter, airnya hanya untuk membersihkan. Kemudian yang dibangun Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat, kami yang membiayai, itu kedalamannya 100 sampai 200 meter, itu yang untuk minum. Jadi semuanya sudah dilaksanakan, memang masih kurang, Bapak. Ini dilaksanakan terus. Tapi untuk sehari-hari saya rasa cukup karena mobil tangki air juga terus tiap hari berjalan, Bapak," jelas Suharyanto.
Presiden lantas bertanya berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun sumur bor dengan kedalaman sekitar 100 meter.
"Rp100 juta sampai Rp150 juta, Bapak," jawab Suharyanto dalam video yang ramai dibagikan di media sosial.
Suharyanto kemudian menjelaskan bahwa harga tersebut sudah termasuk instalasi air, tangki air, dan bisa langsung diambil masyarakat yang membutuhkan.
Menanggapi hal itu, Prabowo menyebut angka itu termasuk murah. "Maaf ya, kalau satu bor Rp150 juta itu saya anggap relatif termasuk murah," ujarnya.
Selanjutnya, Prabowo bertanya apakah harga itu termasuk ongkos kerja petugas yang membangun sumur tersebut sembari berkelakar dengan bertanya apakah prajurit TNI yang dikerahkan tidak dibayar. "Termasuk ongkos bekerja gak?" tanya Prabowo.
"Termasuk ongkos bekerja, Bapak," jawab Suharyanto.
"Atau kalian pakai tentara gak dibayar gitu?" tanya Prabowo lagi sembari tertawa.
"Saya anggap itu relatif murah, karena saya dulu ngebor agak besar. Tapi memang tergantung tanah (kedalaman yang dibor)," lanjut Prabowo.
Kepada Kepala Negara, Suharyanto memastikan, mereka membayar prajurit TNI yang dikerahkan membangun sumur bor.