Zlatan Ibrahimovic. (Foto: AFP)

Ibrahimovic Ikut Hujat Ronald Koeman Setelah Belanda Tersingkir dari Piala Dunia 2026

30 June 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Zlatan Ibrahimovic mengkritik Pelatih Belanda, Ronald Koeman, setelah kekalahan mereka dari Maroko melalui adu penalti di Piala Dunia 2026.
  • Ibrahimovic menyatakan bahwa di bawah kepemimpinan Koeman, tim Belanda kehilangan identitasnya, yang membuatnya marah.
  • Maroko memastikan tempat mereka di Babak 16 Besar setelah mengalahkan Belanda dengan skor 3-2 dalam adu penalti.
  • Pertandingan sebelumnya berakhir imbang 1-1 setelah 120 menit, dengan gol dari Cody Gakpo untuk Belanda dan Issa Diop untuk Maroko.
  • Adu penalti berlangsung menegangkan, dengan kiper Maroko, Yassine Bounou, melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan tendangan Crysencio Summerville.
  • Ismael Saibari menjadi pemain penentu bagi Maroko dengan mengeksekusi penalti terakhir dan memicu perayaan meriah di antara para pemain dan penggemar Maroko.
  • Kekalahan ini dianggap sebagai kesalahan Koeman oleh Ibrahimovic, karena Koeman dianggap kehilangan identitas tim nasional Belanda.
atau

UPdates—Legenda AC Milan dan Swedia, Zlatan Ibrahimovic mengkritik Pelatih Belanda, Ronald Koeman setelah kekalahan mereka dari Maroko melalui adu penalti.

You may also like : maladewa6 Tempat Paling Romantis di Dunia untuk Bulan Madu dan Ultah Pernikahan

Ia mengatakan bahwa di bawah kepemimpinannya, tim Belanda kehilangan identitasnya, yang membuatnya marah.

You might be interested : jerman latih uefaBabak 8 Besar UEFA Nations League: Prediksi Susunan Pemain dan Komentar Pelatih

Maroko memastikan tempat mereka di Babak 16 Besar setelah mengalahkan Belanda dengan skor 3-2 dalam adu penalti setelah hasil imbang 1-1 sepajang 120 menit.

Setelah pertandingan, Ibrahimovic mengatakan di FOX bahwa hasil buruk Belanda ini murni kesalahan Koeman selaku pelatih.

"Saya pikir kekalahan ini adalah kesalahan Koeman karena saya tidak mengenali tim nasional Belanda ini," tegasnya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari NDTV, Selasa, 30 Juni 2026.

“Dia kalah dengan identitas yang bukan identitas Belanda, dan itu membuat saya marah. Kalah dengan identitas Anda... itulah diri Anda,” lanjutnya.

Dalam pertandingan Maroko melawan Belanda, setelah babak pertama yang ketat dengan sedikit peluang yang jelas, terobosan akhirnya datang pada menit ke-72, dengan Cody Gakpo mencetak gol untuk Belanda.

Belanda tampaknya akan lolos hingga Maroko memberikan respons dramatis di waktu tambahan. Pada menit ke-91, Chemsdine Talbi mengirimkan umpan silang ke area penalti, di mana Issa Diop melompat paling tinggi untuk menyundul bola melewati kiper dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Gol penyama kedudukan menggeser momentum ke pihak Maroko, tetapi kedua tim tidak berhasil menciptakan peluang yang menentukan selama 30 menit tambahan waktu. Kedua tim tetap disiplin dalam bertahan, memaksa pertandingan ditentukan melalui adu penalti.

Adu penalti berlangsung menegangkan. Pemain dari kedua tim masing-masing gagal mencetak gol dari dua titik penalti, sementara kiper Maroko, Yassine Bounou, sekali lagi menunjukkan kemampuannya dengan melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan tendangan Crysencio Summerville.

Dengan skor imbang, Ismael Saibari maju untuk mengambil penalti penentu bagi Maroko dan dengan tenang mengeksekusinya, mengamankan kemenangan adu penalti 3-2 dan memicu perayaan meriah di antara para pemain dan penggemar Maroko.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Sam Levenson

"Jangan melihat jam; lakukan apa yang dilakukannya. Teruslah melangkah!"
Load More >