
UPdates—Lima wartawan dan dua awak kapal dilaporkan hilang kontak saat dalam perjalanan meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
BPBD Provinsi Lampung menyebut para jurnalis yang masih dalam proses pencarian itu yakni M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (Freelance).
“BPBD Provinsi Lampung mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan keselamatan para jurnalis yang masih dalam proses pencarian, yaitu M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, Donal, serta dua jurnalis lainnya yang identitasnya masih dalam pendataan,” demikian unggahan Instagram BPBD Provinsi Lampung sebagaimana dipantau Keidenesia.tv, Selasa, 8 September 2026 malam WITA.
“Semoga proses pencarian oleh Tim SAR berjalan lancar dan seluruhnya segera ditemukan dalam keadaan selamat,” lanjut BPBD Provinsi Lampung.
Mereka mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3–5 kilometer dari kawah aktif.
“Tidak mengganggu proses pencarian, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti perkembangan melalui kanal resmi,” kata mereka.
Saat ini, Tim Search and Rescue (SAR) dari Basarnas Banten tengah dikerahkan untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Rombongan wartawan itu dilaporkan awalnya berangkat melalui perairan Banten pada Senin, 7 September siang.
"Pada hari Senin tanggal 7 September 2026 pada pukul 14.00 WIB, jurnalis Banten bertolak dari dermaga Pagedongan Carita untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau," kata Kepala Basarnas Banten, Al Amrad dalam keterangannya kepada awak media, Selasa, 8 September 2026.
Sebelum dinyatakan hilang, salah satu jurnalis dalam rombongan tersebut sempat menjalin komunikasi dengan rekannya yang berada di Lampung dan membagikan titik lokasi (share location) keberadaan kapal yang mereka gunakan.
Komunikasi terakhir dengan jurnalis Lampung bernama Abay dilakukan pada pukul 14.42 pada Senin, 7 September. Pada pukul 15.04, rombongan itu kemudian hilang kontak.
Data dari pihak Basarnas, rombongan yang berangkat menuju Selat Sunda berjumlah tujuh orang. Terdiri dari lima orang jurnalis dan dua orang awak kapal.