Kementerian Ketenagakerjaan memastikan penyesuaian uang saku peserta Program Pemagangan Nasional (Maganghub) mengikuti kenaikan Upah Minimum (UM) 2026. (Foto: Dok Kemnaker)

Ikuti Upah Minimum 2026, Uang Saku Peserta Magang Nasional Naik

16 February 2026
Font +
Font -

UPdates–Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan penyesuaian uang saku peserta Program Pemagangan Nasional (Maganghub) mengikuti kenaikan Upah Minimum (UM) 2026.

You may also like : prabowo info publikPemerintah Putuskan Upah Minimum Provinsi 2025 Naik 6,5 Persen

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keberlangsungan program sekaligus meningkatkan dukungan biaya hidup bagi peserta selama menjalani pelatihan dan praktik kerja.

You might be interested : prabowo info publikPemerintah Putuskan Upah Minimum Provinsi 2025 Naik 6,5 Persen

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli mengatakan, kenaikan UM di berbagai daerah secara langsung berdampak pada besaran uang saku yang diterima peserta pemagangan.

Ia menegaskan, ini menjadi sinyal positif bahwa program tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan peserta.

“Alhamdulillah, karena UM 2026 ini mengalami kenaikan, maka uang saku peserta pemagangan juga naik,” ujar Yassierli dalam keterangan tertulis sebagaimana dilansir Keidenesia.tv, Senin, 16 Februari 2026.

Yassierli mencontohkan, di Sumatra Barat, Upah Minimum Provinsi pada 2025 sebesar Rp2.994.193 meningkat menjadi Rp3.182.955 pada 2026.

Penyesuaian ini turut meningkatkan uang saku peserta magang di wilayah tersebut, karena komponen dukungan biaya hidup dalam program mengacu pada standar UM setempat.

Uang saku dalam Program Pemagangan Nasional berfungsi sebagai penopang kebutuhan dasar peserta selama mengikuti pembelajaran di lingkungan industri, baik di perusahaan maupun institusi.

Selain sebagai dukungan finansial, skema ini juga dirancang untuk mendorong kemandirian dan kedisiplinan peserta dalam mengelola keuangan.

Saat meninjau Program Pemagangan Nasional di RS Universitas Andalas, Padang, Menaker Yassierli mengingatkan peserta agar memanfaatkan uang saku secara bijak dan produktif, seperti untuk menabung, membantu keluarga, atau mendukung kebutuhan pengembangan diri.

Kunjungan ke RS Universitas Andalas juga dilakukan sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi pelaksanaan program.

Saat ini, terdapat 46 peserta yang tengah menjalani pemagangan di rumah sakit tersebut. Secara keseluruhan, tercatat sekitar 2.800 peserta Program Pemagangan Nasional tersebar di Sumatra Barat.

Dalam dialog langsung dengan Menaker, peserta menyampaikan pengalaman positif selama mengikuti program.

Mulai dari lingkungan kerja yang mendukung, pembimbing yang responsif, hingga kesempatan praktik yang dinilai relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Ini menunjukkan program pemagangan mulai berperan sebagai ruang belajar yang efektif untuk memperkuat kompetensi teknis maupun soft skills.

Menurut Yassierli, Program Pemagangan Nasional merupakan salah satu prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja.

Melalui pengalaman langsung di lapangan, peserta diharapkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri sekaligus berkontribusi menekan angka pengangguran.

Kemnaker menargetkan program ini semakin adaptif, berkualitas, dan mampu menjadi jembatan kuat antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Evaluasi berkelanjutan akan terus dilakukan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh generasi muda di berbagai daerah.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Benjamin Franklin

"Perang tidak dibayar di masa perang, tagihannya datang kemudian."
Load More >