
UPdates—Rusia berencana mematikan listrik dan internet pada malam hari demi meningkatkan angka kelahiran.
You may also like :
Satu Negara Mati Lampu, Pemerintah Salahkan Monyet
Gagasan yang berulang ini, yang melibatkan pemutusan listrik dan internet setelah pukul 10 malam dimaksudkan untuk mendorong pasangan terhubung kembali secara offline dan menghabiskan waktu bersama.
You might be interested :
Kendaraan Militer Menipis, Rusia Terpaksa Gunakan Keledai di Medan Perang
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Economic Times, Rabu, 17 Desember 2025, angka kelahiran di Rusia telah mencapai titik terendah dalam sejarah.
Menurut laporan, hanya 599.600 anak yang lahir pada paruh pertama tahun 2024, angka terendah dalam 25 tahun.
Angka ini 16.000 lebih rendah daripada periode yang sama pada tahun 2023. Kremlin menyebut situasi ini bencana bagi masa depan bangsa.
Selain untuk memberi kesempatan pasangan dan keluarga menghabiskan waktu bersama, pihak berwenang menyebutkan langkah ini, terutama pemutusan internet sebagai upaya keamanan.
Pemadaman internet seluler yang meluas dimulai pada bulan Mei dan berlanjut sepanjang musim panas dan hingga musim gugur.
Pada bulan November, rata-rata 57 wilayah Rusia melaporkan gangguan harian pada koneksi seluler, menurut Na Svyazi, sebuah kelompok aktivis yang memantau pemadaman.
Pihak berwenang mengatakan pemadaman ini dirancang untuk mencegah pesawat tak berawak Ukraina mengakses jaringan seluler untuk navigasi.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan tindakan tersebut benar-benar dibenarkan dan diperlukan, tetapi analis Kateryna Stepanenko dari Institut Studi Perang yang berbasis di Washington mengatakan tindakan tersebut belum efektif dalam mengurangi intensitas serangan pesawat tak berawak Ukraina.
“Mengingat banyaknya serangan yang telah kita lihat dalam beberapa bulan terakhir terhadap kilang minyak Rusia,” ujarnya sebagaimana dilansir dari Arab News.