
UPdates—Iran pada hari Senin menuduh beberapa negara di kawasan tersebut terlibat dalam serangan AS terhadap Teheran, dan mengizinkan wilayah mereka digunakan oleh pasukan penyerang.
You may also like :
Fase Akhir Operasi Janji Sejati 4, Iran Mulai Pakai Rudal Berhulu Ledak 2 Ton, Paksa Israel Menyerah
“Kami menganggap Amerika Serikat bertanggung jawab atas agresi militer terhadap Iran, yang dimulai pada 28 Februari,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei dalam konferensi pers mingguan, seperti yang dikutip oleh kantor berita resmi IRNA.
You might be interested :
Trump Adakan Pertemuan Darurat di Ruang Situasi Gedung Putih, Dunia Menunggu Keputusan Penting
“Tentu saja, kami tidak dapat mengabaikan partisipasi beberapa negara di kawasan ini dalam agresi ini,” klaimnya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Senin, 27 Juli 2026.
Baqaei mengatakan Teheran terus berupaya menjalin hubungan baik dengan negara-negara tetangga dan tidak memiliki permusuhan dengan mereka.
“Kami telah berulang kali menekankan bahwa kami berupaya menjalin hubungan baik dengan negara-negara di kawasan ini. Sebaliknya, ada banyak ikatan dan kepentingan bersama antara Iran dan negara-negara Teluk yang dapat menjadi dasar bagi saling percaya dan kerja sama,” jelasya.
Namun, juru bicara tersebut menuduh beberapa pemerintah regional mengizinkan wilayah mereka digunakan oleh pasukan AS yang menyerang Iran.
“Sayangnya, negara-negara ini menyediakan wilayah mereka kepada para agresor terhadap Iran, bertentangan dengan semua prinsip hukum internasional dan hubungan bertetangga yang baik. Dalam beberapa kasus, kami tahu bahwa mereka secara independen berpartisipasi dalam agresi militer terhadap Iran,” klaimnya.
Negara-negara Teluk telah berulang kali membantah partisipasi dalam serangan AS terhadap Iran dan menuduh Teheran menyerang infrastruktur sipil dalam serangannya di wilayah mereka.
Pada hari Minggu, juru bicara militer Iran Amir Mohammad Akraminia mengatakan AS telah menghentikan serangannya selama dua hari sebelumnya dan bahwa operasi balasan Iran juga telah berhenti.
Menurut laporan Axios pada hari Sabtu, Presiden AS Donald Trump telah mengarahkan militer AS untuk tidak melancarkan serangan baru terhadap Iran, mengakhiri hampir dua minggu serangan harian.
Ketegangan antara AS dan Iran telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan Washington melakukan serangan terhadap Iran dan Teheran menanggapi dengan menargetkan apa yang mereka sebut sebagai fasilitas dan peralatan militer AS di negara-negara di seluruh kawasan.