Iran tetap siaga penuh untuk perang (Foto: Anadolu)

Iran tak Mau Terkecoh Pernyataan AS, Siaga Penuh untuk Perang Lanjutan

2 May 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Iran memilih untuk siaga penuh menghadapi kemungkinan perang lanjutan dengan Amerika Serikat, meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa permusuhan dengan Iran sudah berakhir.
  • Seorang pejabat militer senior Iran, Mohammad Jafar Asadi, memperingatkan bahwa konflik baru dengan AS kemungkinan besar akan terjadi karena AS sering melanggar perjanjian.
  • Asadi menduga bahwa pernyataan pejabat AS hanya bagian dari taktik mereka untuk mencegah penurunan harga minyak dan menghindari kesulitan yang telah mereka ciptakan sendiri.
  • Angkatan bersenjata Iran dipastikan siap siaga penuh untuk setiap petualangan dan kesalahan perhitungan baru oleh Amerika Serikat.
  • Serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari memicu pembalasan dari Teheran, termasuk membobardir wilayah Israel dan menyerang aset AS di negara-negara Teluk.
  • Gencatan senjata diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun kesepakatan tidak dapat dicapai dan Iran mengajukan proposal baru untuk melanjutkan negosiasi dengan AS.
  • Upaya untuk menghidupkan kembali pembicaraan masih belum jelas apakah akan berhasil.
atau

UPdates—Iran tidak mau terkecoh dengan pernyataan-pernyataan pejabat Amerika Serikat. Mereka memilih siaga penuh untuk kemungkinan perang lanjutan.

You may also like : trump anadolu“Trump Mengamuk”: Jurnalis Sebut Dia Salah Prediksi Perang Singkat, Iran Pegang Kendali karena Harga Minyak dan Selat Hormuz

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump mengatakan kepada kongres Amerika bahwa permusuhan dengan Iran sudah berakhir.

You might be interested : kondisi kota gaza kota terbesar di jalur gaza saat gencatan senjata berlangsung 1760520668374 169Netanyahu Perintahkan Serangan Besar-besaran ke Gaza di Tengah Gencatan Senjata

Namun, seorang pejabat militer senior Iran memperingatkan bahwa konflik baru dengan AS kemungkinan besar akan terjadi.

Menurut kantor berita semi-resmi Iran, Fars, Wakil Inspektur Markas Militer, Mohammad Jafar Asadi mengatakan, AS terbukti seringkali melanggar perjanjian.

"Konflik baru antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan besar akan terjadi, dan bukti juga menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak mematuhi komitmen atau perjanjian apa pun," kata Mohammad Jafar Asadi dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, 2 Mei 2026 sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu.

Mohammad Jafar Asadi juga menduga bahwa pernyataan pejabat AS hanya bagian dari taktik mereka.

"Tindakan dan pernyataan pejabat AS sebagian besar berorientasi pada media, yang pertama bertujuan untuk mencegah penurunan harga minyak dan kedua untuk menghindari kesulitan yang telah mereka ciptakan sendiri," jelasnya.

Makanya, ia memastikan angkatan bersenjata Iran tidak akan lengah. "(Angkatan bersenjata) siap siaga penuh untuk setiap petualangan dan kesalahan perhitungan baru oleh Amerika Serikat," tegas Asadi.

AS bersama Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari saat negosiasi terkait nuklir sedang berlangsung di Oman. Serangan mendadak itu memicu pembalasan dari Teheran.

Selain membobardir wilayah Israel, Iran juga  menyerang aset AS di negara-negara Teluk dan menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur utama energi dunia.

Gencatan senjata diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, diikuti oleh pembicaraan di Islamabad pada 11-12 April, tetapi kesepakatan tidak dapat dicapai.

Presiden AS Donald Trump kemudian secara sepihak memperpanjang gencatan senjata tanpa menetapkan jangka waktu baru, atas permintaan Pakistan.

Menurut kantor berita resmi Iran, IRNA, Iran mengajukan proposal baru kepada Pakistan pada hari Kamis untuk melanjutkan negosiasi dengan AS yang bertujuan mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Masih belum jelas apakah upaya untuk menghidupkan kembali pembicaraan akan berhasil.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

russell

Bertrand Russell

"Perang tidak menentukan siapa yang benar, hanya siapa yang tersisa"
Load More >