
UPdates—Pemerintah berencana menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kenaikan ini tidak akan mempengaruhi masyarakat miskin, karena kelompok tersebut tetap ditanggung pemerintah melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional.
You may also like :
Anggota DPR Minta Korban Begal Tercover BPJS Kesehatan
Menkes Budi Gunadi menekankan bahwa jika tidak ada perubahan struktural, persoalan defisit akan terus berulang dari tahun ke tahun dan dapat mempengaruhi operasional fasilitas kesehatan mitra BPJS.
You might be interested :
PMI sedang Diincar
Ia menyatakan kenaikan tarif BPJS Kesehatan ini juga harusnya tidak berdampak pada kalangan menengah atas. Menkes menyinggung kemampuan warga untuk membeli rokok.
Jika dibandingkan dengan pengeluaran untuk hal lain termasuk membeli rokok, angka Rp42.000 sebulan menurutnya relatif lebih kecil dan masih berada dalam kemampuan finansial kelompok menengah ke atas.
Ekonom Muda, Dipo Satria Ramli mengeritik keras rencana kenaikan iuran dan pernyataan Menkes. Lewat unggahan di akun X-nya, @DipoSatriaR, anak almarhum Rizal Ramli itu menegaskan bahwa pemerintah saat ini sudah menyerah mengurus rakyatnya sendiri.
“Jadi standar kebijakan kesehatan sekarang = sebungkus rokok? Ini bukan soal Rp 42 rb. Ini soal pemerintah yang menyerah mengurus rakyatnya sendiri. Beban hutang terlalu banyak, subsidi terkikis,” tulisnya sebagaimana dipantau Keidenesia.tv, Kamis, 26 Februari 2026.
Dipo Satria menegaskan, seharusnya pihak BPJS berbenah terlebih dulu sebelum membuat keputusan soal iuran. “Benahi dulu tata kelola BPJS yg bocor dulu. Baru bicara naik iuran!” tegasnya.
Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago sementara itu meminta pemerintah untuk tidak menaikkan iuran BPJS Kesehatan.
Wakil rakyat asal Sumatera itu menilai, kebijakan tersebut akan menambah beban masyarakat di tengah situasi ekonomi yang sedang tidak menentu.
"Dalam situasi ekonomi masyarakat yang sedang sulit seperti saat ini, tentu kenaikan ini menjadi beban lagi," kata politikus Partai NasDem itu kepada wartawan sebagaimana dilansir Keidenesia.tv.