
UPdates—Sebuah jet tempur Su-35 Rusia dilaporkan menembak jatuh helikopter militer Mi-8 Rusia dalam insiden salah sasaran di wilayah Voronezh, Rusia.
You may also like :
Presiden Ukraina Sebut Korea Utara Siap Kirim 10 Ribu Tentara Lagi untuk Bantu Rusia
Menurut beberapa saluran Telegram Rusia dan Ukraina, insiden salah tembak itu terjadi pada 1 Oktober dan menewaskan ketiga awaknya.
You might be interested :
Komandan NATO Sebut Putin Semakin Berbahaya, PM Estonia: Seperti Tikus yang Terpojok
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Kyiv Independent, Sabtu, 3 Oktober 2026, helikopter tersebut jatuh di distrik Anninsky, wilayah Voronezh, sekitar 80 kilometer dari ibu kota wilayah tersebut.
Peristiwa itu terjadi saat pasukan Rusia sedang merespons dugaan serangan pesawat nirawak (drone) Ukraina.
Saluran Telegram Ukraina, Exilenova Plus, menyebutkan bahwa awak Su-35 keliru mengidentifikasi Mi-8 tersebut sebagai drone Ukraina dan melepaskan tembakan. Pilot, navigator, dan penembak di dalam helikopter tersebut tewas, menurut saluran itu.
Saluran Telegram Ukraina lainnya, Dossier of a Spy, juga menyatakan bahwa Mi-8 tersebut secara keliru ditembak jatuh oleh Su-35 saat terjadi serangan drone.
Blogger militer Rusia Ilya Tumanov, yang mengelola saluran Telegram Fighterbomber, melaporkan hilangnya helikopter tersebut tanpa menyebutkan penyebabnya secara langsung.
Laporan-laporan tersebut belum diverifikasi secara independen, dan pihak berwenang Rusia belum mengonfirmasi secara terbuka bahwa Mi-8 itu ditembak jatuh oleh jet tempur tersebut.
Mi-8 adalah helikopter bermesin ganda rancangan Soviet yang banyak digunakan untuk transportasi, dukungan tempur, dan misi kemanusiaan.
Diperkenalkan pada tahun 1960-an, helikopter ini tetap menjadi salah satu helikopter yang paling banyak dioperasikan di dunia, serta dihargai karena fleksibilitas, ketahanan, dan kemampuannya beroperasi di lingkungan yang menantang.
Su-35 adalah pesawat tempur multiperan buatan Rusia yang dikembangkan dari Su-27.