
UPdates—Setidaknya 33 orang tewas setelah pasukan junta membom sebuah rumah sakit di negara bagian Rakhine, Myanmar.
You may also like :
Prediksi Indonesia U-22 vs Myanmar U-22 dan Skenario Lolos Semifinal SEA Games 2025
Serangan tersebut, yang terjadi pada Hari Hak Asasi Manusia Internasional, melukai 76 orang, termasuk 27 dalam kondisi kritis.
Warga mengatakan sebuah jet junta menjatuhkan dua bom seberat 226 kilogram di sebuah rumah sakit umum di kota Mrauk-U.
Komite Perwakilan Pyidaungsu Hluttaw (CRPH), mantan anggota parlemen yang mewakili parlemen terpilih terakhir Myanmar, mengutuk serangan tersebut.
"Kami mengutuk keras tindakan tidak manusiawi junta militer yang kejam yang mencoba mendapatkan legitimasi melalui pemilihan palsu. Tindakan ini hanya semakin menyoroti kejahatan yang telah lama dilakukan oleh kudeta militer," tulis kelompok tersebut di X sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Kamis, 11 Desember 2025.
Bentrokan etnis telah memperparah krisis kemanusiaan Myanmar karena negara tersebut masih dilanda konflik sipil hampir empat tahun setelah kudeta militer Februari 2021.
Pengambilalihan kekuasaan militer tahun 2021 menggulingkan pemerintahan terpilih yang dipimpin oleh Liga Demokrasi Nasional pimpinan Aung San Suu Kyi, dan menjerumuskan negara tersebut ke dalam lebih dari empat tahun pemerintahan darurat.
Pada bulan Juli, militer mengumumkan transfer kekuasaan nominal kepada pemerintahan sementara yang dipimpin sipil menjelang pemilihan yang direncanakan pada bulan Desember dan Januari, meskipun kepala junta tetap menjadi presiden sementara.